search

Internasional

Ikan PrasejarahJantung Tertua di DuniaFlinders UniversityProf Kate TrinajsticJantung Ikan Mirip ManusiaNatural History MuseumIkan Gogo

Jantung Tertua di Dunia Ditemukan Dalam Fosil Ikan Prasejarah, Disebut Mirip Jantung Manusia

Penulis: Redaksi Presisi
Sabtu, 17 September 2022
Jantung Tertua di Dunia Ditemukan Dalam Fosil Ikan Prasejarah, Disebut Mirip Jantung Manusia
Ilustrasi ikan prasejarah yang ditemukan di Formasi Batuan Gogo, Australia (Sumber: Dr Kate Rinajstic, Twitter)

Presisi.co – Peneliti telah menemukan sebuah jantung berusia 380 juta tahun di dalam fosil ikan prasejarah. Spesimen itu disebut telah menangkap momen penting dalam evolusi organ pompa darah yang ditemukan pada semua hewan bertulang belakang. Jantung ikan disebut peneliti mirip dengan manusia.

Dilansir dari Suara.com, jejaring Presisi.co, jantung itu ditemukan dalam fosil seekor ikan yang sudah punah di dalam sebuah formasi batuan bernama Gogo, di Australia Barat. Temuan tersebut telah dituangkan dalam artikel jurnal Science oleh sekelompok peneliti asal negara kangguru.

Saat menemukan ikan itu, pemimpin tim peneliti, Akademikus Curtin University of Perth, Ausralia, Prof Kate Trinajstic, mengatakan timnya sangat terkejut. Menurut rekan-rekannya, mereka telah menemukan penemuan terbesar dalam hidup mereka.

"Kami berkerumun di sekitar komputer dan menyadari bahwa kami menemukan jantung dan kami hampir tidak bisa mempercayainya. Itu sangat menyenangkan," ungkapnya.

Prof Kate mengatakan penemuan fosil ikan adalah potret momen penting dalam evolusi makhluk hidup. Karena biasanya, yang berbubah menjadi fosil dalam jenazah makhluk hidup adalah tulang, bukan jaringan lunak. Namun di Kimberley, wilayah tempat formasi Gogo berada, mayoritas mineral justru mengawetkan organ dalam seperti hati, usus, lambung, dan jantung.

"(Temuan) Ini menunjukkan bahwa kita telah berevolusi sejak sangat awal, dan untuk pertama kalinya kita menyaksikannya pada fosil-fosil ini." imbuhnya.

Salah seorang anggota tim, Prof John Long dari Flinders University di Adelaide, menggambarkan penemuan tersebut luar biasa dan ‘mencengangkan’. Menurutnya, manusia belum pernah mengetahui informasi apapun terkait organ lunak hewan setua ikan di formasi Gogo.

Ikan tersebut menjadi spesies ikan pertama masa prasejarah yang memiliki rahang dan gigi. Jenis ikan prasejarah itu disebut placoderms. Sebelum kehadiran placoderms, ukuran ikan jenis prasejarah tidak pernah mencapai ukuran lebih dari 30 cm. Namun, sejak ditemukan, panjang ikan placoderms disebut mencapai hingga sembilan meter.

Placoderms adalah makhluk hidup yang dominan di Bumi selama 60 juta tahun. Peneliti bahkan memperkirakan mereka sudah hidup 100 juta tahun sebelum dinosaurus pertama berjalan di Bumi.

Struktur Jantung Mirip Manusia

Prof Long kembali menjelaskan bahwa hasil pemindaian fosil ikan di Gogo menunjukan jantung ikan tersebut ternyata lebih kompleks dari yang peniliti perkirakan. Jantung ikan primitif tersebut memiliki bilik dan serambi. Mirip dengan struktur jantung manusia.  

Posisi jantung ikan Gogo juga jauh lebih ke depan jika dibandingkan dengan ikan lain. Peneliti menduga hal ini disebabkan struktur tubuh ikan tersebut memberi ruang bagi paru-paru untuk berkembang.

Para peneliti meyakini, struktur jantung dan ruang paru-paru tersebut membuat ikan Gogo bergerak yang lebih efisien dan cepat.

"Inilah cara mereka meningkatkan kontribusinya dan menjadi pemangsa yang rakus," kata Prof Long.

Pemimpin para peneliti bidang placoderms asal Natural History Museum, London, Dr Zerina Johanson, mengatakan penemuan ikan di formasi Gogo merupakan penemuan penting bagi umat manusia. Temuan tersebut dapat membantu menjelaskan asal-usul evolusi tubuh manusia.

"Ikan-ikan yang saya dan rekan-rekan pelajari adalah bagian dari evolusi kita. Ini adalah bagian dari evolusi manusia dan hewan lain yang hidup di darat dan ikan-ikan yang hidup di laut saat ini." ucap ahli placoderm dari Imperial College London, Dr Martin Brezau, menyimpulkan.

Baca Juga