search

Advetorial

Pemprov Kaltim

Syirajudin Harap Tim GDPK Kaltim Bekerja Secara Maksimal

Penulis: Redaksi Presisi
Rabu, 07 September 2022
Syirajudin Harap Tim GDPK Kaltim Bekerja Secara Maksimal
Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim Syirajudin. (Istimewa)

Samarinda, Presisi.co - Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) adalah arahan kebijakan yang dituangkan di dalam program 5 tahunan pembangunan kependudukan Indonesia untuk mewujudkan target pembangunan kependudukan untuk jangka waktu 25 tahun ke depan.

Penyusunan GDPK ini melingkupi 5 pilar. Lima pilar ini diantaranya pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pembangunan keluarga, pengarahan mobilitas penduduk, dan pengembangan database kependudukan.

Sedangkan di Kaltim, masih memenuhi 1 pilar saja, kuantitas penduduk. Demi pemenuhan 5 pilar ini, Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim menggelar Rapat Teknis Rancangan Awal GDPK Kaltim Tahun 2022 di Hotel Aston Samarinda pada Rabu, (7/9).

Rapat ini dihadiri oleh Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim Syirajudin. Ia menyambut baik penyusunan GDPK ini, menggunakan 5 pilar sebagai acuan agar lebih terarah dan tepat sasaran, tepat waktu. Ini sinergi antara sektor dan wilayah. Ia juga memberikan beberapa rekomendasi.

"Kita sadari proses perencanaan pembangunan tentu mutlak diperlukan suatu integrasi yang variabel demografi dan variabel pembangunan. Oleh karena itu tentunya penyusunan grand design pembangunan kependudukan dalam rangka menyediakan kerangka pikir dan panduan untuk mengintegrasikan berbagai variabel kependudukan ke dalam berbagai proses pembangunan menjadi sangat penting dan sangat urgen,"jelas Syirajudin.

Ia berharap anggota tim GDPK mampu bekerja secara maksimal agar kualitas proses penyusunan ini dan seluruh pihak yang nantinya bekerjasama dalam penyusunan ini.

"Saya berharap sebetulnya satu hari ini tolong betul-betul dimanfaatkan untuk tim yang sudah ditunjuk di dalam grand design ini,"harapnya. (DSH/adv/diskominfokaltim)