search

Advetorial

Riza Indra Riadimuhammad samsunpemprov kaltimekonomi kaltim

Perekonomian Kaltim Berangsur Membaik, Target PAD Hingga Akhir Tahun 2022 Ikut Naik

Penulis: Redaksi Presisi
Jumat, 02 September 2022 | 857 views
Perekonomian Kaltim Berangsur Membaik, Target PAD Hingga Akhir Tahun 2022 Ikut Naik
Pj Sekdaprov Kaltim, Riza Indra Riadi. (Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co - Mewakili Gubernur Kaltim Isran Noor, Pj Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltim Riza Indra Riadi menyampaikan Nota Penjelasan Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 kepada DPRD Kaltim dalam Rapat Paripurna ke-33 di Kantor DPRD Kaltim pada Jum'at, (2/9).

Riza menyampaikan, APBD perubahan kali ini sebesar Rp 14,87 Triliun. Artinya ada kenaikan dari APBD Murni Tahun 2022 yakni RP 11,5 Triliun. Komponennya ialah pendapatan daerah dan belanja daerah.

Untuk pendapatan daerah sendiri, mengalami kenaikan dibandingkan target yang telah ditetapkan di APBD Murni Tahun 2022. Target pendapatan yang semula Rp 10.86 Triliun mengalami kenaikan Rp 1.56 Triliun atau menaik 14,43 persen. Sehingga pada perubahan APBD 2022, pendapatan daerah menjadi Rp 12,42 Triliun.

"Komponennya diantara lain PAD semula Rp 6,5 Triliun bertambah Rp 466 Miliar atau 7,09 persen sehingga menjadi Rp 7,052 Triliun. Perubahan ini terjadi dalam sektor pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, serta pendapatan asli daerah lain yang sah."

"Pendapatan transfer mengalami kenaikan sebesar Rp 1,099 Triliun atau 25,80 persen. Semula Rp 4,26 Triliun menjadi Rp 5,36 Triliun. Pendapatan daerah lain-lain yang sah, semula Rp 12,59 Miliar menjadi RP 12,74 Miliar atau menaik sebesar 1,15 persen,"papar Riza.

Serta penerimaan pembiayaan, sesuai dengan perhitungan sisa lebih anggaran (Silpa) yang sebesar Rp 2,446 Triliun, Rp 876 Miliar telah dialokasikan di dalam APBD Murni Tahun 2022. Pada Perubahan APBD Tahun 2022, Silpa yang dialokasikan sebesar Rp 1,57 Triliun.

Belanja daerah pun mengalami kenaikan. Dari Rp 11,5 Triliun menjadi Rp 14,639 Triliun atau menaik 27 persen. Dengan komponennya diantaranya belanja operasi dari Rp 5,8 Triliun menjadi Rp 7,01 Triliun, belanja modal dari RP 1,750 Triliun menjadi Rp 2,6 Triliun, belanja tidak terduga yang semula Rp 222 Miliar menjadi Rp 631,3 Miliar, serta belanja transfer dari Rp 3,6 Triliun menjadi RP 4,3 Triliun.

Riza menyampaikan terima kasih kepada DPRD Kaltim atas kerjasama dan komunikasi yang terjalin dengan baik.

"Terima kasih atas kerja sama dan komunikasi yang terjalin dengan baik selama ini. APBD Perubahan ini dalam wujud tindak lanjut kesepakatan antara Pemprov Kaltim dan DPRD Kaltim,"ungkapnya.

Setelah mendengar penjelasan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, Wakil Ketua DPRD Kaltim pun memberikan komentar terhadap perubahan target di dalam APBD-P Tahun 2022 ini. Samsun mengakui, adanya kenaikan target sebagai hal yang baik dan membuktikan ada hasil yang bagus.

"Bagus lah, artinya ada slot dan kesempatan menambah belanja untuk masyarakat. Ada program-program yang selama ini tertunda, bisa dilaksanakan,"pungkasnya. (DSH/adv/diskominfokaltim)