search

Advetorial

Hasil Sawit Kaltimisran noorpemprov kaltimDana Bagi Hasil

DBH Sawit ke Daerah Penghasil Masih Kecil, Gubernur Isran: Harus Diperjuangkan!

Penulis: Redaksi Presisi
Kamis, 25 Agustus 2022 | 971 views
DBH Sawit ke Daerah Penghasil Masih Kecil, Gubernur Isran: Harus Diperjuangkan!
Suasana Talkshow di Ballroom Kahayan Swiss Belhotel Danum, Palangka Raya. (Istimewa)

Samarinda, Presisi.co - Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengakui jika komoditi kelapa sawit sangat besar kontribusinya bagi perekomomian dan pendapatan negara, yang bahkan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Bayangkan, ada 17 juta orang yang bekerja di industri kelapa sawit," kata Gubernur Isran Noor saat mengikuti Talkshow Perimbangan Anggaran Daerah untuk Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit dan Turunannya.

Isran mengibaratkan, jika dari 17 juta orang pekerja itu mempunyai anggota keluarga sebanyak 4 orang, maka ada sekitar 68 juta orang yang dijamin dari pekerja sawit.

"Jika ditambah pekerjanya, berarti ada 85 juta orang hidup di industri sawit ini. Dan apakah ini sangat tidak membantu negara dalam menangani kemiskinan," sambung Isran seolah meyakinkan 250 peserta Borneo Forum ke-5 Tahun 2022 dari seluruh daerah di Kalimantan.

Orang nomor satu Benua Etam ini kembali menegaskan kelapa sawit tetap harus memberikan kontribusi nyata bagi keuangan daerah untuk mendukung pembangunan. Sebab yang terjadi saat ini menurutnya, pusat memberlakukan dana bagi hasil (DBH) yang selisih nilainya pada 2020 hingga 2022 sebesar Rp40 triliun.

Khusus untuk sawit sebut mantan Bupati Kutai Timur itu, hanya ada sekitar Rp3,4 triliun yang akan dibagikan kepada daerah-daerah penghasil kelapa sawit.

"Nilai itu sangat kecil. Uang yang katanya DBH sebesar Rp3,4 triliun itu kecil dan tidak ada apa-apanya kalau harus dibagi-bagi ke daerah penghasil. Itu yang harus kita perjuangkan, DBH kelapa sawit yang pantas untuk daerah penghasil agar kita bisa membangun daerah," tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran juga meminta kepada perusahaan kelapa sawit agar lebih peduli dan memperhatikan kondisi warga sekitar perkebunan dan perusahaan mereka. Tidak kalah pentingnya, agar bagaimana permasalahan lahan dan lingkungan yang selama ini terjadi antara perusahaan dan masyarakat bisa segera diselesaikan.

"Bagaimana kita menyelesaikan masalah perusahaan dengan masyarakat bisa tuntas, sehingga ekonomi negara dan kesejahteraan masyarakat benar-benar terwujud," kata Gubernur Sugianto Sabran, sembari membuka forum dengan tabuhan Katambung didampingi Gubernur Isran Noor di Ballroom Kahayan Swiss Belhotel Danum Palangka Raya.

Borneo Forum ke-5 Tahun 2022 merupakan acara yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama pengusaha dan pelaku usaha perkebunan serta industri kelapa sawit di Kalimantan, serta Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki). Ini berlangsung tiga hari (23-25 Agustus) mengangkat tema Menuju Industri Sawit Borneo Lebih Berkelanjutan diisi sambutan singkat Menko Perekomomian Airlangga Hartarto secara virtual. (PB/adv/diskominfokaltim)