search

Advetorial

Banjir SamarindaPUPR KaltimPemprov KaltimPenanganan Banjir Samarinda

PUPR-Pera Kaltim Gelontorkan Rp14 Miliar untuk Pengerukan Polder Voorvo

Penulis: Redaksi Presisi
Selasa, 02 Agustus 2022
PUPR-Pera Kaltim Gelontorkan Rp14 Miliar untuk Pengerukan Polder Voorvo
Banjir saat melanda Kota Samarinda. (Istimewa)

Samarinda, Presisi.co - Fokus penanganan banjir tahun ini di Samarinda terbagi di beberapa titik, salah satu yang krusial yakni di simpang Mal Lembuswana. Tiga instansi “gotong royong” menggarap proyek di sana. Tahun ini pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda mengucurkan Rp 16,1 miliar untuk pembangunan drainase bawah Jalan S Parman, Kecamatan Samarinda Ulu, guna menuntaskan pekerjaan tahun lalu.

Selain itu, pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV tengah menggarap penurapan Sungai Karang Mumus (SKM) senilai Rp 31 miliar. Tidak ketinggalan pemprov melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim melakukan pengerukan Polder Voorvo dalam rangkaian kegiatan pengerukan SKM tahun ini senilai Rp 14 miliar.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Samarinda Rosnayadi Novida mengatakan, pihaknya terus menggarap penyelesaian drainase sepanjang 325 meter, dari pintu keluar Mal Lembuswana ke arah simpang Mal Lembuswana. Pekerjaan penggalian tanah untuk menanam u-ditch telah dilaksanakan.

“Progres berjalan, ditargetkan rampung Desember nanti,” ucapnya, Selasa (2/8).

Mengenai pengadaan pompa di Jalan Dr Soetomo, Gang 8, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, yang merupakan bagian dari sistem banjir simpang Mal Lembuswana, dia akan mengusulkan ke pemerintah pusat. Dengan melayangkan surat permohonan bantuan kepada pemerintah pusat melalui BWS Kalimantan IV. “Ya kami masih mengupayakan agar dapat bantuan (anggaran),” ujarnya.

Jika bantuan tersebut dikabulkan, anggaran yang diplot tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Pemkot Samarinda untuk penanganan banjir bisa dialihkan ke titik atau segmen lainnya. Pasalnya, masih banyak titik banjir yang harus diselesaikan, semisal di Jalan DI Panjaitan, Mugirejo, serta Jalan Damanhuri.

“Karena anggaran pengadaan pompa itu cukup besar. Makanya kami harap bantuan pusat,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala SNVT PJSA BWS Kalimantan IV Zulfi Fakhroni mengatakan, tahun ini pihaknya mendapat kucuran Rp 31 miliar untuk penurapan SKM segmen Kelurahan Sidodadi. Dia memastikan tahun ini tidak menganggarkan pengadaan pompa air untuk Gang 8, namun hanya menghubungkan turap SKM dengan saluran di pintu air.

“Kontraktor pelaksana sedang mengukur dan mendesain bentuk saluran agar turap bisa terintegrasi dengan pintu air yang telah eksisting. Termasuk menyiapkan area untuk penempatan pompa ke depannya,” jelasnya.

Dia menerangkan, pemkot bisa mengusulkan untuk pengadaan pompa, dan pihaknya siap mengusulkan agar dapat disetujui kementerian terkait pada anggaran 2023 mendatang. “Kami terbuka atas berbagai permohonan resmi,” kuncinya. (Zk/adv/diskominfokaltim)