search

Advetorial

DPRD Samarinda Angkasa Jaya DjoeraniPolder Air HitamDestinasi SamarindaPDI Perjuangan

Polder Air Hitam Diproyeksikan Jadi Destinasi Baru Kota Tepian, Angkasa Jaya: Ekonomi Kerakyatan Bisa Tumbuh

Penulis: Jeri Rahmadani
Selasa, 05 Oktober 2021
Polder Air Hitam Diproyeksikan Jadi Destinasi Baru Kota Tepian, Angkasa Jaya: Ekonomi Kerakyatan Bisa Tumbuh
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani. (Jeri Rahmadani/Presisi.co)

 

Samarinda, Presisi.co - Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani menyebut kawasan Polder Air Hitam berpotensi menjadi destinasi wisata Kota Tepian.

Layaknya destinasi wisata di beberapa daerah pulau Jawa seperti Sarangan yang berada di Kabupaten Magetan, atau Jatim Park yang ada di Kota Malang, Polder Air Hitam di Jalan Abdul Wahab Sjahranie disebutnya juga memiliki potensi serupa.

Pria yang karib disapa Angkasa itu menguraikan, pembangunan polder senilai miliaran rupiah itu dapat mencakup tiga fungsi jika bisa dioptimalkan lebih baik. Pertama sebagai kolam retensi pengendali banjir, kedua sebagai ruang terbuka hijau (RTH), dan ketiga sebagai destinasi wisata yang saat ini masih belum terealisasi.

"Kalau terjadi ekonomi kerakyatan dan itu tumbuh, tentu akan mengurangi angka kemiskinan. Sekaligus bisa meningkatkan pendapatan asli daerah kita juga," ungkap politisi PDI Perjuangan itu saat dikonfirmasi Presisi.co, Senin 3 Oktober 2021 di kantornya.

Diketahui, polder yang di bangun tahun 2004 lalu itu diperkirakan bisa menampung air sebanyak 150 ribu meter kubik air, merupakan bagian dari sistem pengendalian banjir untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Asam Kecil.

Angkasa menegaskan, kondisi Polder Air Hitam saat ini sejatinya sudah 100 persen. Dan bisa dibuka menjadi daerah wisata. Namun yang terpenting, lanjutnya, fungsi dari kawasan tersebut harus tetap terjaga sebagai kolam retensi, RTH, hingga kemudian bisa bermuara pada ekonomi kerakyatan.

"Dengan catatan, sepanjang tidak mengurangi fungsinya sebagai polder," ujarnya.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda tersebut menilai, air dari kolam dapat dijadikan destinasi wisata bahari. Sementara RTH yang berada disekitaran polder dapat dijadikan rekreasi keluarga. Pun jika pedagang kaki lima (PKL) yang beberapa waktu lalu ditertibkan aparat pemerintah kota, dijelaskannya bisa di atur dengan memberikan ruang bagi mereka untuk berdagang.

"Dua fungsi kolam retensi dan RTH sudah mempunyai potensi wisata. Airnya jadi wisata bahari, hijau tempatnya bisa jadi wisata keluarga. Kalau dikelola maka akan menjadi daya tarik wisata yang cukup bagus," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Angkasa Jaya Djoerani sempat menyambangi polder air hitam untuk berdialog dengan PKL pada Jumat 1 Oktober 2021 lalu, usai ditertibkan aparat Pemkot Samarinda.

Ia menyebut, tindaklanjut dialog dengan PKL itu tengah ditampung pihaknya. Kemudian akan diteruskan kepada pemerintah kota. Seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda untuk mengkaji sisi lingkungan dan RTH, kemudian Dinas Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UMKM yang bisa memberdayakan PKL.

"Pemerintah harus hadir memfasilitasi mereka. Dengan cara pemerintah akan mencoba memanfaatkan polder tersebut secara multifungsi," pungkasnya. (*)

Editor: Yusuf