search

Daerah

Rahmad Mas'udIsran NoorAndi Sri JuliartyIzin Klinik DicabutSurat PCR Palsu

Klinik yang Terbitkan Surat PCR Palsu Terancam Dicabut Izin oleh Pemkot Balikpapan

Penulis: Nur Rizna Feramerina
Kamis, 05 Agustus 2021
Klinik yang Terbitkan Surat PCR Palsu Terancam Dicabut Izin oleh Pemkot Balikpapan
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud. (Nur Rizna Feramerina/Presisi.co)

Balikpapan, Presisi.co – Baru-baru ini kepolisian mengungkap kasus pemalsuan surat PCR oleh salah satu klinik di Balikpapan. Kejadian ini disoroti oleh Gubernur Kaltim Isran Noor. Mantan bupati Kutai Timur ini memerintahkan penegak hukum meringkus para pemalsu surat PCR.

Begitu juga dengan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud. Ia menegaskan tidak segan menjatuhkan sanksi kepada klinik yang ketahuan melayani surat PCR palsu. "Sanksinya bisa berupa pencabutan perizinan," tegas Rahmad, Kamis 5 Agustus 2021.

Namun, sanksi ini diberikan kepada klinik yang terdaftar di Dinas Kesehatan Balikpapan.

Di sisi lain, Rahmad menegaskan klinik, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan lainnya, mengajukan perizinan layanan ke Pemkot Balikpapan. "Kalau ada kendala di perizinan, tentu ada kebijakan untuk pemkot memfasilitasi. Kalau semua sudah kami fasilitasi tapi tetap tidak bisa memenuhi persyaratan, baru tidak diberi izin," ucapnya.

Menurut Rahmad, masyarakat juga perlu memberikan informasi mengenai hal-hal yang bisa merugikan banyak orang seperti kasus pemalsuan surat PCR ini. Sebab selama ini Pemkot Balikpapan sudah melaksanakan pengawasan maksimal. "Tapi kami ini juga terbatas. Sehingga informasi dari masyarakat itu berguna," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Andi Sri Juliarty belum menanggapi apakah klinik tersebut mengantongi izin layanan dari instansi yang dipimpinnya. (*)

Editor: Rizki