search

Daerah

Andi HarunTPP Pemkot SamarindaBantuan Vitamin dan Obat untuk Samarinda

Penuhi Janji, Pemkot Samarinda Distribusikan Paket Bantuan Vitamin dan Obat-obatan

Penulis: Jeri Rahmadani
Selasa, 03 Agustus 2021
Penuhi Janji, Pemkot Samarinda Distribusikan Paket Bantuan Vitamin dan Obat-obatan
Wali Kota Samarinda Andi Harun. (Disya for Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co – Bantuan obat-obatan dan vitamin yang dijanjikan Pemkot Samarinda akan disalurkan kepada warga yang isolasi mandiri (isoman) telah mulai dilaksanakan, Selasa 3 Agustus 2021.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, secara bertahap pemkot akan mendistribusikan 2.300 paket bantuan berisi vitamin plus obat-obatan penurun demam tersebut bagi warga isoman.

Diberitakan sebelumnya, bantuan ini bersumber dari tambahan penghasilan pegawai (TPP) aparatur sipil negara (ASN) masa wali kota sebelumnya. Dana bantuan itu mencapai Rp 100 juta.

Berdasarkan hasil rapat Pemkot Samarinda, diketahui data warga isoman per Selasa 3 Agustus 2021 tercatat sebanyak 3.652 orang. "Tidak ada yang molor karena perkembangan isoman semakin berlanjut, dan hari ini secara bertahap, didistribusikan 1.300 dari kebutuhan 3.652 orang itu," ujar Andi Harun, Selasa 3 Agustus di Balai Kota.

Paket 1.300 bantuan tersebut, lanjut Andi Harun, adalah bagian dari 2.300 paket yang sebelumnya telah siap didistribusikan kepada masyarakat.

Sedangkan 1.000 paket tersisa ditunda terlebih dahulu dan baru akan dibagikan menunggu obat demam yang dalam dua hari ini sedang dipesan untuk memenuhi isian paket. "Besok lusa (Kamis 5 Agustus 2021) kami juga akan melaksanakan (distribusi obat dan vitamin) secara bertahap. Pengadaan obat akan meminta bantuan dinas kesehatan," sebut Andi Harun.

Dijelaskannya, saat ini 1.300 paket bantuan sudah diterima oleh 10 kecamatan di Samarinda. Paket bantuan sudah dikemas berbentuk paket dan diterima di Kecamatan.

Sedangkan bantuan sembako seperti beras dan lainnya, akan diadakan dari sumber berbeda. Sekaligus pendanaan turut mengharapkan uluran tangan pengusaha-pengusaha di Samarinda. "Paket berasnya pakai sumber lain. Dana bantuan tidak harus habis hari ini, karena kita tidak tahu kapan Covid-19 berakhir. Jadi harus ada manajemen tahapan pembagiannya," imbuhnya. (*)

Editor: Rizki