search

Lifestyle

Barang Preloved di BalikpapanLokasi Thrift Shop di BalikpapanDe Nathalys BalikpapanTwin KaramoyYouTuber BalikpapanJual Barang Bekas Branded Balikpapan

De Nathalys, Thrift Shop Balikpapan yang Menjual Barang Preloved Branded

Penulis: Nur Rizna Feramerina
Sabtu, 15 Mei 2021
De Nathalys, Thrift Shop Balikpapan yang Menjual Barang Preloved Branded
Suasana De Nathalys di Ruko Balikpapan Baru. (Nur Rizna Feramerina/Presisi.co)

Balikpapan, Presisi.co – Jangan anggap sepele barang preloved yang dijual di thrift shop. Tak hanya barang branded dijual dengan harga miring, terkadang ada barang langka yang dijual di sana. Asal pintar mencari, pembeli seakan menemukan harta karun yang terpendam.  

De Nathalys merupakan salah satu thrift shop di Balikpapan. Bisnis ini digawangi Shawn dan Sharon Karamoy. Si kembar yang memiliki channel YouTube bernama Twin Karamoy itu awalnya tidak punya rencana spesifik membuka toko preloved. Namun sejak lima tahun lamanya mereka rutin mengadakan garage sale di sekitar rumah.

Sebelum memutuskan untuk membuka thrift shop, mereka punya ide membangun coffee shop. "Tapi perlu cari barista dan lainnya. Akhirnya diputuskan buka toko preloved saja," kata Sharon.

Tidak hanya pakaian, barang-barang lainnya seperti alat dapur, barang elektronik, alat kesehatan, kebutuhan anak, bahkan perhiasan pun dijual di tokonya.

Dagangan mereka itu tak hanya berasal dari barang pribadi, tapi ada beberapa orang yang menitipkan barang untuk dijual. Hasil penjualan akan dibagikan dengan jumlah tertentu ke orang tersebut.

Tak sedikit barang branded preloved yang turut dijualnya. "Bahkan ada teman minta jualkan tas yang harganya puluhan juta rupiah. Tapi kami tidak berani taruh di sini. Jadi, kami yang promosikan," terang Sharon.

Selama ini Twin Karamoy memasarkan dagangannya di Facebook dan Instagram. Menurutnya, masyarakat Balikpapan cukup antusias. Sebab beberapa kali netizen menanyakan barang-barang apa saja yang sudah ready stock.

"Sempat ada yang tanya gamis. Kemudian teman kami menitipkan 30 gamis untuk dijualkan," ungkapnya.

Dalam sebulan, Twin Karamoy tidak meraup keuntungan besar. Namun kegiatan ini cukup membuat mereka mengisi waktu luang. Soal harga, menurut Sharon tidak ada patokan khusus. Tergantung kondisi barangnya. Jika tidak terlalu baik, maka harganya sangat miring. (*)

Editor: Rizki