search

Daerah

Wali Kota Samarindasyaharie jaangPembelajaran Tatap Muka

Wali Kota Samarinda Tolak Usulan Pembelajaran Tatap Muka

Penulis: Jeri Rahmadani
Selasa, 02 Februari 2021 | 650 views
Wali Kota Samarinda Tolak Usulan Pembelajaran Tatap Muka
Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang saat ditemui usai meresmikan operasional IPA Makroman.

Samarinda, Presisi.co – Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, belum mengijinkan dilakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM), pada sekolah-sekolah di Samarinda.

Hal tersebut diungkapkan Jaang, usai meresmikan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) wilayah Makroman, saat ditanya Presisi.co, Selasa (02/02/2021).

Setelah sebelumnya diketahui, bahwa usulan mengenai 14 Sekolah direncanakan untuk PTM oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, guna menghindari learning loss, yaitu sebuah istilah kegagalan dalam belajar akibat terlalu lama tidak berlanjut.

Dikatakan Jaang, bahwa tingginya angka kasus terkonfirmasi covid-19 di Samarinda, menjadi alasan terkuat belum diberlakukannya PTM.

"Saya minta jangan dibuka dulu. Kalau kita lihat perkembangan covid-19 di Samarinda, itu masih zona merah dan kuning. Kita belum dulu," ungkap Jaang.

Ditambahkan Jaang, bahwa sudah hampir 1000 orang yang kini sedang dalam masa perawatan.

"Karena sekarang hampir 1000 orang loh yang sedang dalam perawatan, 960 tepatnya, sekarang zona merah. Enggak, saya enggak ijinkan," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Suggeng Chairuddin, menyebutkan bahwa diperlukan adanya kordinasi terkait usulan 14 sekolah yang direncanakan melakukan PTM.

"Inikan masih rekomendasi sifatnya, belum tentu diputuskan. Tunggu hasil dari rapat Tim Satgas covid-19. Nanti masuk, kita bahas bersama," jelas Suggeng.

Seperti diketahui, bahwa berdasarkan update informasi Covid-19 di kota Samarinda, pada Selasa (1/2/2021) kemarin. Terdapat penambahan 47 kasus positif, total keseluruhan kasus positif 8.724 kasus.

Kemudian, kasus meninggal dunia bertambah 6 kasus, dengan total 251 kasus meninggal dunia. Dan kasus sembuh ada penambahan 16 kasus, dengan total 7.514 kasus.

Editor : Oktavianus