Advetorial

Walau Tak Dihadiri Ribuan Orang, Upacara Adat Hudoq Kawit Dipastikan Jaang akan Tetap Lestari

Penulis: Nur Rizna Feramerina

Walikota Samarinda, Syaharie Jaang saat memasangkan topi khas kaltim ke perwakilan wisatawan. (Foto : Istimewa)

Samarinda, Presisi.co - Upacara Adat Hudoq Kawit merupakan ritual khas suku Dayak yang diselenggarakan ketika selesai menanam padi. Pemerintah Kota Samarinda pun menggelar acara tersebut pada Minggu (22/11/2020) di lapangan parkir Balaikota Samarinda.

Meskipun tidak banyak dihadiri massa, upacara ini tetap disiarkan di media sosial Pemkot Samarinda melalui Dinas Komunikasi dan Informatika.

Pelaksanaan upacara ini diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mengingat penyebaran Covid-19 di Samarinda cukup tinggi.

Acara itu dihadiri oleh Walikota Samarinda Syaharie Jaang beserta istri, Asisten I Tejo Sutarnoto, Kepala Dinas Pariwisata Gusti Ayu Sulitiani serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aji Syarif Hidayatullah.

Dalam acara tersebut, Jaang mengucapkan terima kasih kepada massa yang datang yang telah menerapkan protokol kesehatan

"Terimakasih atas pengertian dan dukungan bersama sehingga pelaksanaan hari ini tetap mengutamakan protokol kesehatan," kata Jaang. Minggu (22/11/2020).

Jaang menjelaskan bahwa terdapat perbedaan dengan pelaksanaan sebelunya yang mengundang ratusan hingga ribuan pengunjung.

Selain itu, Jaang juga berharap seluruh masyarakat bisa melestarikan budaya seperti upacara Hudoq Kawit ini. Bahkan ia berpendapat bahwa budaya merupakan jati diri bangsa.

“Jabatan saya boleh berakhir, tetapi jiwa, semangat persatuan dan seni budaya Dayak akan tetap saya lestarikan sampai akhir hayat saya,” jelasnya.

upacara-adathudoq-kawitsyaharie-jaangpemkot-samarindadiskominfo-samarinda

Baca Juga