search

Daerah

universitas mulawarmanJamu Peningkat ImunVirus CoronaCovid-19kalimantan timur

Dekan Farmasi Unmul Tegaskan Jamu Peningkat Imun Tidak di Produksi di Laboratorium Fakultasnya

Penulis: Putri
Senin, 30 Maret 2020
Dekan Farmasi Unmul Tegaskan Jamu Peningkat Imun Tidak di Produksi di Laboratorium Fakultasnya
Jamu racikan IDI Kaltim dan Satgas Covid-19 Unmul yang diberi nama Nessfarm. Sumber Foto (Istimewa)

Kaltim, Presisi.co - Dekan Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman (Unmul) Prof Dr Laode Rijal Msi menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan terkait kerja sama Unmul dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Timur dalam memproduksi jamu peningkat imun yang produksinya disebut di lakukan di Laboratorium Fakultas Farmasi Unmul.

"Jamu tersebut mungkin diproduksi pada laboratorium lain di Unmul dan bukan di Laboratorium Fakultas Farmasi," terang Dekan Fakultas Farmasi Unmul melalui rilis resmi yang diterima Presisi.co melalui aplikasi pesan instan, Senin (30/3/2020).

Dalam rilis tersebut, Laode menegaskan bahwa berita yang memuat produksi jamu yang direncanakan akan dibagikan ke tenaga medis dan masyarakat umum adalah tidak benar diproduksi di laboratorium di fakultas yang ia pimpin.

"Penilaian masyarakat jelas merugikan Laboratorium Fakultas Farmasi Unmul yang seharusnya memahami Standar Formulasi, Standar Produksi, Standar Laboratorium dan Standar Peralatan," ungkapnya.

Laode meyakinkan bahwa fakultas yang di pimpinnya memiliki beberapa keahlian antara lain adalah Teknologi Farmasi yang sangat faham dengan berbagai standar tersebut.

"Bahwa ada Dosen Fakultas Farmasi Unmul yang ikut serta pada produksi jamu Unmul tersebut Bukan pada keahlian teknologi farmasi, yang memungkinkan tidak menguasai berbagai standar tersebut," tegasnya.

Diakhir surat klarifikasi itu, Dekan Fakultas Farmasi menyampaikan kepada masyarakat yang menilai proses produksi jamu Unmul adalah Tidak Standar, itu dilakukan bukan di Laboratorium Fakultas Farmasi Unmul.

Diketahui, Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Timur (IDI Kaltim) bekerjasama dengan satuan tugas Corona Virus Diseases 2019 Universitas Mulawarman (Satgas Covid-19 Unmul) meracik jamu yang dipercaya dapat menaikkan imun tubuh manusia. Bahan dasarnya pun seluruhnya dari rempah-rempah alami.

Ketua IDI Kaltim dr Nataniel Tandirogang mengatakan, jamu tersebut berbahan dasar daun kelor, meniran, kunyit, jahe, sambiloto dan madu kelulut. Jamu itu diracik guna dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh manusia.

“Jamu itu kita lihat dapat meningkatkan daya tahan tubuh," katanya yang dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (27/3/2020).

Saat diklarifikasi lebih lanjut soal kepastian tempat produksi jamu itu, dr Nataniel melalu sambungan telepon, Senin (30/3/2020) kepada pewarta menyebut bahwa pihaknya memproduksi jamu yang diberi nama NESSFARM itu di Laboratorium milik Fakultas Kehutanan.

"Kami produksi (jamu) itu dalam batas pengujian cita rasa dan juga untuk melihat efek bagi yang meminum. Produksinya kami buat di Lab Bioteknologi, Fakultas Kehutanan," ungkapnya.