Distransnaker Kukar Bersiap Hadapi Gelombang PHK dari Sektor Pertambangan, Ajak Lintas OPD Berkolaborasi
Penulis: Umar Daud Muhammad
Sabtu, 04 April 2026 | 90 views
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza. (Presisi.co/Daud)
Tenggarong, Presisi.co – Angka pencari kerja di Kutai Kartanegara (Kukar) masih tergolong tinggi. Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kutai Kartanegara mencatat sebanyak 11.505 orang saat ini tengah mencari pekerjaan.
Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah mulai menyiapkan berbagai langkah alternatif. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki program pemberdayaan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengakui anggaran yang dimiliki instansinya belum mampu menjangkau seluruh pencari kerja.
“Kalau hanya mengandalkan anggaran kami, yang bisa difasilitasi sekitar 245 orang. Jadi memang harus ada kolaborasi dengan OPD lain,” ujarnya, Sabtu 4 April 2026.
Ia menyebut sejumlah OPD seperti sektor pertanian, pemuda dan olahraga, koperasi dan UKM, hingga pariwisata memiliki program yang dapat disinergikan, mulai dari pelatihan hingga bantuan modal usaha.
Upaya kolaborasi tersebut rencananya akan dibahas dalam pertemuan lintas OPD yang difasilitasi Sekretariat Daerah pada pekan depan. Forum itu diharapkan mampu merumuskan strategi agar program yang ada lebih tepat sasaran.
Selain itu, Distransnaker juga membuka ruang keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau CSR. Dunia usaha diharapkan ikut ambil bagian dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
Langkah ini dinilai penting di tengah kondisi sektor pertambangan batu bara yang tengah mengalami penurunan. Situasi tersebut berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menambah jumlah pengangguran.
“Perusahaan jangan hanya fokus pada PHK, tapi juga harus ikut memberdayakan masyarakat,” tegasnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap upaya menekan angka pengangguran di Kukar dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat.