search

Daerah

Pemkab KukarKratomHilirisasiAulia Rahman Basri

Pemkab Kukar Dorong Hilirisasi Kratom, Targetkan Industri Ekstrak Bernilai Tinggi

Penulis: Umar Daud Muhammad
Selasa, 05 Mei 2026 | 83 views
Pemkab Kukar Dorong Hilirisasi Kratom, Targetkan Industri Ekstrak Bernilai Tinggi
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Presisi.co/Daud)

Tenggarong, Presisi.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mulai menyusun langkah hilirisasi tanaman kratom guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal yang selama ini banyak dibudidayakan masyarakat di wilayah hulu Kukar.

Tanaman kratom atau Mitragyna speciosa Korth diketahui tumbuh di sejumlah kecamatan seperti Kota Bangun, Muara Muntai, Muara Wis hingga Kembang Janggut.

Selama ini, komoditas tersebut telah menembus pasar ekspor dalam bentuk daun kering dengan permintaan cukup tinggi dari luar negeri.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, potensi ekonomi kratom dinilai akan jauh lebih besar apabila diolah menjadi produk ekstrak dibanding hanya dijual sebagai bahan mentah.

Menurutnya, saat ini sudah terdapat pelaku usaha di Kukar yang mengekspor kratom ke India. Namun ke depan, pemerintah daerah ingin agar proses pengolahan dapat dilakukan langsung di Kukar sehingga manfaat ekonominya lebih dirasakan masyarakat lokal.

“Memang kratom ini akan memiliki nilai jual yang tinggi ketika diubah menjadi ekstrak. Nah itu coba kita push bagaimana ini lebih kita hilirisasi lagi,” ujar Aulia, Senin 4 Mei 2026.

Ia menjelaskan, dorongan hilirisasi menjadi bagian dari strategi Pemkab Kukar membangun rantai industri dari sektor hulu hingga hilir agar komoditas unggulan daerah tidak hanya berhenti pada penjualan bahan baku.

Selain kratom, Pemkab Kukar juga mulai memetakan sejumlah tanaman lokal lain yang memiliki potensi serupa untuk dikembangkan menjadi produk industri bernilai tambah, salah satunya tanaman teratai.

Aulia menilai sumber daya alam lokal dengan nilai ekonomi tinggi harus mulai diarahkan menuju industri pengolahan guna memperkuat struktur ekonomi daerah di luar sektor pertambangan.

“Tinggi nilainya ketika sudah diekstrak, makanya kami menyambut karena ini tidak hanya melibatkan pelaku usaha tapi juga akademisi, khususnya dari bidang farmasi dan kehutanan Universitas Mulawarman yang bersama-sama memastikan pengembangannya berjalan optimal,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan hilirisasi kratom tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memperhatikan aspek ilmiah, standar kualitas, hingga kesiapan teknologi pengolahan agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing di pasar ekspor.

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Kukar menargetkan studi kelayakan atau feasibility study rampung pada tahun ini.

Setelah itu, pemerintah daerah akan melanjutkan tahapan pengadaan mesin pengolahan sebagai penunjang industri ekstraksi pada tahun depan.

“Tahun ini target kita feasibility study selesai dan tahun depan bisa masuk ke dalam pengadaan mesinnya,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi