search

Berita

Populasi Pesut MahakamBupati Kukar Aulia Rahman BasriPemkab Kukar

Kematian Pesut Mahakam di Kukar Jadi Atensi KLHK, Populasi Kini Tersisa 65 Ekor

Penulis: Umar Daud Muhammad
Jumat, 08 Mei 2026 | 71 views
Kematian Pesut Mahakam di Kukar Jadi Atensi KLHK, Populasi Kini Tersisa 65 Ekor
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Presisi.co/Daud)

Tenggarong, Presisi.co – Kematian seekor Pesut Mahakam bernama Lion di perairan Kampung Baru, Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi perhatian serius pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

Satwa endemik Sungai Mahakam yang berstatus langka dan terancam punah itu ditemukan mati mengambang pada 5 Mei 2026 lalu.

Peristiwa tersebut menambah catatan penurunan populasi Pesut Mahakam. Berdasarkan data terakhir, jumlah populasi kini tersisa 65 ekor, turun dari sebelumnya 66 ekor pada 2025.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pemerintah daerah memberikan perhatian penuh terhadap kasus kematian pesut tersebut.

Menurutnya, persoalan itu juga menjadi perhatian khusus Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Ya, kita mengatensi itu. Di pemerintah daerah juga memang pada saat terakhir kami ke Kementerian LHK, itu salah satu yang diatensi oleh Menteri saat itu,” ujar Aulia Rahman Basri, Jumat 8 Mei 2026.

Ia menjelaskan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar telah melakukan langkah awal sambil menunggu hasil investigasi dari pihak kementerian.

“Nanti kita akan lihat kira-kira hasil investigasinya seperti apa. Dan nanti kita siap melaksanakan perintah sesuai dengan hasil investigasi itu. Ini sudah diambil alih oleh kementerian,” jelasnya.

Menurut Aulia, KLHK saat ini tengah mendalami penyebab kematian pesut tersebut, termasuk menelusuri berbagai faktor yang berpotensi mengancam habitat Pesut Mahakam.

Ia juga menyinggung sejumlah langkah pengawasan yang telah dilakukan pemerintah bersama KLHK, salah satunya penyegelan jetty milik perusahaan di kawasan tersebut.

“Kan upaya-upaya sudah dilakukan sekarang. Misalnya penyegelan dari jetty Bayan yang ada di daerah sana oleh KLHK. Nah, itu merupakan upaya-upaya yang kita lakukan,” katanya.

Selain menunggu hasil investigasi, pemerintah daerah juga akan turun langsung ke lapangan bersama pihak terkait untuk mengidentifikasi penyebab kematian satwa dilindungi tersebut.

“Kita turun ke lapangan, teman-teman turun ke lapangan untuk bersama-sama mengidentifikasi masalah ini,” tutupnya. (*)

Editor: Redaksi