search

Daerah

Disdikbud KukarAnak Putus SekolahTenggarongPemkab Kukar

Sebanyak 6.188 Anak di Kukar Putus Sekolah, Tenggarong Tertinggi

Penulis: Umar Daud Muhammad
3 jam yang lalu | 0 views
Sebanyak 6.188 Anak di Kukar Putus Sekolah, Tenggarong Tertinggi
Kabid Paud Disdikbud Kutai Kartanegara, Lucy Yulidasari. (Presisi.co/Umar Daud Muhammad)

Tenggarong, Presisi.co - Persoalan anak putus sekolah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Tercatat, sebanyak 6.188 anak tidak melanjutkan pendidikan di berbagai jenjang, mulai dari PAUD hingga SMP.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Kecamatan Tenggarong menjadi wilayah dengan angka tertinggi, yakni sekitar 660 anak.

Kepala Bidang PAUD Disdikbud Kukar, Lucy Yulidasari, mengakui angka tersebut cukup memprihatinkan. Namun, pihaknya hingga kini belum merampungkan kajian rinci terkait faktor utama penyebab anak-anak berhenti sekolah.

“Jumlahnya 6.188 anak, dan paling banyak berada di Tenggarong sekitar 660 anak,” ungkapnya, Rabu 1 April 2026.

Ia menjelaskan, persoalan ekonomi masih kerap menjadi alasan yang ditemukan di lapangan. Meski begitu, pemerintah telah mengupayakan berbagai kebijakan untuk meringankan beban masyarakat, seperti pembebasan biaya pendidikan dan bantuan perlengkapan sekolah.

Di sisi lain, terdapat pula faktor non-ekonomi yang memengaruhi, terutama pola pikir sebagian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan. Tidak sedikit anak yang memilih bekerja membantu orang tua dibanding melanjutkan sekolah.

“Selain ekonomi, ada juga faktor pola pikir. Ada yang menganggap sekolah itu merepotkan, sehingga anak tidak melanjutkan,” jelasnya.

Menurutnya, pendidikan pada usia 4 hingga 21 tahun sangat krusial dalam membentuk kemampuan dan keterampilan anak untuk masa depan. Karena itu, dibutuhkan kesadaran bersama agar hak pendidikan tetap terpenuhi.

Sebagai langkah penanganan, Disdikbud Kukar akan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat serta membuka akses pendidikan alternatif melalui program kejar paket bagi anak putus sekolah.

Melalui upaya tersebut, pemerintah berharap angka putus sekolah di Kukar dapat ditekan dan setiap anak tetap memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak. (*)

Editor: Redaksi