Penulis: Akmal Fadhil
Samarinda, Presisi.co – Dinamika politik di Provinsi Kalimantan Timur mulai terlihat meski pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak masih beberapa tahun ke depan.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Kalimantan Timur menyatakan kesiapannya memperkuat posisi politik dengan menargetkan kemenangan di seluruh kabupaten dan kota pada Pilkada 2030.
Komitmen tersebut disampaikan dalam agenda konsolidasi internal yang dikemas melalui kegiatan buka puasa bersama dan silaturahmi kader Partai Gerindra di Samarinda, Selasa 10 Maret 2026.
Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa partainya terus memperkuat soliditas organisasi sebagai persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang.
Menurutnya, penguatan struktur dan kaderisasi dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju Pemilu 2029 serta Pilkada berikutnya.
“Konsolidasi terus kami lakukan untuk memperkuat partai. Pada 2029 nanti, kami berharap Gerindra bisa memenangkan perjuangan politik yang lebih besar,” ujarnya.
Partai yang didirikan oleh Prabowo Subianto itu bahkan memasang target ambisius, yakni meraih kemenangan di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Terkait munculnya sejumlah tokoh internal Gerindra yang disebut berpeluang maju pada Pemilihan Gubernur Kaltim, seperti Budisatrio Djiwandono dan Andi Harun, Seno menilai keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan masyarakat.
“Semua kembali kepada pilihan masyarakat. Kita doakan saja yang terbaik,” katanya.
Di tingkat daerah, perhatian juga tertuju pada sosok yang berpotensi melanjutkan kepemimpinan Andi Harun di Kota Samarinda.
Sejumlah nama dari internal Gerindra mulai disebut sebagai kandidat, di antaranya Agus Suwandi serta Ketua DPC Gerindra Samarinda Helmi Abdullah.
Seno menyebut partainya telah menyiapkan sejumlah kader potensial untuk diusung dalam Pilkada di berbagai daerah di Kaltim.
“Ada beberapa kader yang sedang kami siapkan untuk maju dalam pemilihan wali kota maupun bupati. Target kami, Gerindra bisa memimpin di 10 kabupaten dan kota, termasuk Samarinda,” jelasnya.
Seno juga menanggapi pernyataan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur, yang sebelumnya menyebut dukungannya kepada pasangan dirinya dan Rudy Mas’ud hanya berlaku satu periode.
Ia menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan keputusan internal partai yang harus dihormati.
Menurut Seno, Partai Gerindra memilih untuk tidak ikut campur dalam dinamika yang terjadi di tubuh partai lain.
“Itu ranah internal mereka. Kami menghormati keputusan setiap partai dan tidak ingin mencampuri urusan politik internal mereka,” tandasnya. (*)
Editor: Redaksi




