Andi Harun Minta Rudy Mas’ud Minta Maaf Langsung ke Prabowo dan Hashim Djojohadikusumo
Penulis: Redaksi Presisi
Sabtu, 02 Mei 2026 | 65 views
Andi Harun, Kader Gerindra yang juga Wali Kota Samarinda. (Arsip Presisi.co)
Samarinda, Presisi.co – Kader Partai Gerindra sekaligus Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menanggapi polemik pernyataan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, terkait pengangkatan Hijrah sebagai tim ahli gubernur yang disebut sebagai hak prerogatif.
Pernyataan Rudy sebelumnya menuai sorotan karena membandingkan pengangkatan tersebut dengan penunjukan Hashim Djojohadikusumo sebagai utusan kepresidenan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Andi Harun menyampaikan tanggapan itu saat diwawancarai di Anjungan Karangmumus, Balai Kota Samarinda, Jumat 1 Mei 2026.
Ia mengaku baru mengetahui polemik tersebut setelah melihat berbagai respons kader Gerindra yang berkembang di media sosial usai konferensi pers Rudy Mas’ud.
Menurut Andi Harun, Rudy Mas’ud sebenarnya telah menunjukkan itikad baik dengan menyampaikan permintaan maaf setelah muncul reaksi dari kader Partai Gerindra.
Namun, ia menilai masih ada persoalan pada substansi permintaan maaf tersebut karena dalam pernyataan awal Rudy secara langsung menyebut nama Hashim dan Prabowo, sedangkan dalam klarifikasi berikutnya permintaan maaf disampaikan secara umum kepada pemimpin nasional.
“Saya menghormati pernyataan maaf dari Pak Gubernur atas pernyataan sebelumnya yang menghubungkan sorotan masyarakat terhadap hubungan beliau dengan saudaranya sendiri dengan hubungan antara Pak Hashim dan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Andi Harun.
Ia menilai penggunaan diksi yang terlalu umum membuat sebagian kader Gerindra menganggap permintaan maaf tersebut belum sepenuhnya personal dan tulus.
Karena itu, Andi Harun menyarankan agar Rudy Mas’ud menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Hashim Djojohadikusumo dan Presiden Prabowo Subianto agar polemik tidak terus meluas.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meredam respons kader Gerindra baik di Kalimantan Timur maupun di tingkat nasional.
Selain itu, permintaan maaf secara langsung juga dinilai menunjukkan sikap berbesar hati di tengah perhatian publik terhadap persoalan tersebut.
Andi Harun menegaskan dirinya meyakini tidak ada niat buruk dalam pernyataan Rudy Mas’ud.
Namun karena polemik itu sudah viral dan menjadi perhatian masyarakat luas, publik disebut tidak hanya melihat unsur niat, tetapi juga bagaimana bentuk tanggung jawab dan ketulusan dalam menyelesaikan persoalan yang muncul.
Ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara baik agar situasi kembali kondusif dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di internal partai maupun ruang publik.