Penulis: Muhammad Riduan
SAMARINDA, Presisi.co — Aroma persaingan menuju takhta juara BRI Super League 2025/2026 kian memanas. Namun, menjelang laga big match antara Borneo FC Samarinda menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Segiri, Sabtu (7/3/2026) malam, manajemen tim Pesut Etam justru melontarkan kritik pedas terkait penunjukan perangkat pertandingan.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengaku resah dengan keputusan federasi yang menunjuk Yudi Nurcahya sebagai wasit utama. Pasalnya, wasit tersebut diketahui berasal dari Bandung, daerah asal Persib Bandung yang saat ini menjadi rival terberat Borneo FC di jalur perebutan juara.
“Sebuah hal yang saya khawatirkan terkait penunjukan wasit asal Bandung. Sensitivitas persaingan tiga besar ini sudah mulai terasa karena selisih poin sangat tipis,” ujar Dandri Dauri kepada Presisi.co, Jumat, 6 Maret 2026.
Ketakutan Dandri bukan tanpa alasan. Saat ini, posisi tiga teratas klasemen hanya terpaut margin yang sangat rapat. Setiap keputusan wasit di lapangan dapat mengubah peta persaingan gelar juara secara signifikan.
Dandri menilai, penunjukan wasit yang memiliki keterkaitan wilayah dengan kompetitor papan atas berpotensi menimbulkan persepsi kurang netral dan memicu kecurigaan publik. “Kenapa harus dari Bandung? Padahal wasit berlisensi FIFA lainnya masih banyak yang bisa bertugas,” cecarnya.
Kekhawatiran manajemen Pesut Etam juga didasari oleh rekam jejak kepemimpinan wasit yang bersangkutan pada laga sebelumnya. Dandri mengingatkan kembali momen saat Borneo FC dipaksa menyerah 0-1 dari Bali United di Stadion Segiri dalam laga yang juga dipimpin oleh wasit tersebut.
“Kita pernah dipimpin olehnya saat lawan Bali United. Semua bisa melihat sendiri bagaimana jalannya pertandingan saat itu. Itulah alasan mengapa saya cukup mengkhawatirkan kepemimpinan besok malam,” jelas pria yang karib disapa Dandri tersebut.
Meski melontarkan kritik, Dandri menegaskan bahwa hal ini bukan bentuk keluhan, melainkan upaya pengingat bagi PSSI agar lebih jernih dan berhati-hati dalam menunjuk perangkat pertandingan pada pekan-pekan krusial.
“Saya berharap teman-teman di PSSI melihat ini secara jernih. Harusnya cari yang benar-benar netral demi menghindari polemik yang tidak perlu di akhir musim,” pungkasnya.
Editor: Redaksi




