Guntur Dorong Warga Muara Pantauan Aktif Kawal Kebijakan Publik Lewat Penguatan Demokrasi Daerah
Penulis: Redaksi Presisi
Sabtu, 24 Januari 2026 | 1 views
Suasana Penguatan Demokrasi Daerah yang digelar oleh Guntur, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PDI Perjuangan. (Istimewa)
Kutai Kartanegara, Presisi.co – Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Partai PDI Perjuangan, Guntur, melaksanakan kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah di Desa Muara Pantauan, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu 24 Januari 2025.
Kegiatan tersebut mengangkat tema prioritas kebijakan publik dan difokuskan pada peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan hingga pengawasan program pemerintah daerah.
Dalam pertemuan itu, Guntur menegaskan bahwa kualitas demokrasi di daerah sangat ditentukan oleh sejauh mana warga terlibat aktif, bukan hanya saat pemilu, tetapi juga dalam mengawal kebijakan sehari-hari.
Ia menyebut, kebijakan publik yang baik lahir dari aspirasi masyarakat, bukan semata keputusan elit pemerintahan.
“Kalau masyarakat tidak ikut terlibat, kebijakan bisa melenceng dari kebutuhan di lapangan. Karena itu warga harus berani menyampaikan aspirasi dan mengawasi jalannya program pemerintah,” kata Guntur di hadapan peserta.
Menurutnya, forum Penguatan Demokrasi Daerah menjadi ruang dialog dua arah antara wakil rakyat dan masyarakat. Warga dapat menyampaikan persoalan riil, mulai dari infrastruktur, pelayanan dasar, hingga program pemberdayaan ekonomi.
Guntur menekankan peran kontrol sosial masyarakat penting untuk memastikan anggaran daerah benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Demokrasi bukan cuma memilih wakil rakyat lima tahun sekali. Setelah itu harus terus dikawal. Kritik dan masukan dari warga justru membuat pemerintahan lebih sehat,” ujarnya.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan konstituen, khususnya di wilayah pesisir dan pedesaan seperti Muara Pantauan, agar kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan di DPRD Kaltim.
Melalui kegiatan tersebut, ia berharap kesadaran politik warga semakin meningkat sehingga masyarakat tidak lagi pasif, melainkan menjadi bagian aktif dalam menentukan arah pembangunan daerah. (*)