Rabu Ini Jembatan Mahulu Ditutup Lagi, Warga Diminta Lewat Jalur Alternatif
Penulis: Akmal Fadhil
Senin, 02 Februari 2026 | 1.001 views
Potret Jembatan Mahulu. (Arsip Presisi.co)
Samarinda, Presisi.co — Akses Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), di Kota Samarinda akan ditutup total pada Rabu, 4 Februari 2026.
Penutupan dilakukan guna pelaksanaan pengujian beban dinamis dan non-destructive test (NDT) sebagai bagian dari evaluasi teknis kondisi jembatan.
Penutupan tersebut menindaklanjuti surat Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR & PERA) Provinsi Kalimantan Timur Nomor 600.1.8/290/DPUPR-II/2026.
Pengujian akan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WITA, dan dilaksanakan langsung oleh Dinas PUPR & PERA Kaltim.
Selama proses pengujian, seluruh akses lalu lintas di Jembatan Mahulu akan dihentikan sementara.
Pengguna jalan, khususnya kendaraan angkutan barang berat roda enam (R6) ke atas, diminta untuk tidak melintas dan tetap berada di pool, area parkir, atau bengkel masing-masing perusahaan.
Sementara itu, pengendara kendaraan ringan roda dua (R2) dan roda empat (R4) diimbau memilih jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan jembatan.
Aparat terkait juga akan disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas dan memberikan arahan kepada pengguna jalan.
Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti instruksi petugas, demi menjaga keselamatan dan kelancaran selama pelaksanaan pengujian berlangsung.
Penutupan ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kondisi Jembatan Mahakam Ulu.
Dalam sebulan terakhir, sejumlah insiden tercatat terjadi di jembatan tersebut, mulai dari kemacetan parah akibat gangguan teknis hingga laporan kerusakan pada bagian sambungan jembatan yang memicu kekhawatiran pengguna jalan.
Serangkaian insiden tersebut, mendorong dilakukannya pengujian beban secara menyeluruh guna memastikan kelayakan struktur jembatan.
Hasil uji beban dinamis dan NDT ini, nantinya akan menjadi dasar evaluasi teknis dan penentuan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan perbaikan atau pembatasan lalu lintas ke depan.
Masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan waktu perjalanan dan memilih rute alternatif selama penutupan berlangsung, serta mengikuti informasi resmi dari instansi terkait terkait perkembangan situasi di lapangan.
Perlu diketahui, beberapa saat lalu, PUPR-Pera Kaltim, melalui Kabid Bina Marga Muhammad Muhran, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan pilar jembatan masih dalam posisi tegak lurus dan lantai jembatan tetap rata.
Hasil uji itu, kata dia, merupakan hasil dari insiden kedua kalinya Jembatan Mahulu dihantam tongkang.
“Berdasarkan hasil uji geometri yang kami lakukan kemarin, pilar masih tegak lurus, lantai juga masih datar, dan spasi join tidak banyak berubah seperti kondisi semula,” ujar Muhran.
Dengan penutupan akses sementara ini, PUPR Kaltim kembali mengecek, memastikan kelayakan usai kejadian ketiga kalinya beberapa saat lalu.
Penutupan jembatan hanya akan dilakukan sementara saat pelaksanaan uji dinamik mendatang.
“Kalau uji dinamik dilakukan, jembatan akan ditutup sementara, paling lama sekitar empat jam seperti kemarin,” pungkas Muhran. (*)