Keji! Jurnalis Banjarbaru Juwita Diduga Diperkosa Sebelum Dibunuh TNI AL
Penulis: Rafika
17 jam yang lalu | 76 views
Potret Juwita. (net)
Presisi.co - Kasus kematian tragis jurnalis muda Juwita (23) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai menemukan titik terang. Dugaan awal yang menyebutnya sebagai korban kecelakaan tunggal kini terpatahkan setelah ditemukan sejumlag bukti baru yang mengarah pada tindakan kekerasan seksual dan pembunuhan.
Pihak keluarga mengungkap bahwa terduga pelaku, seorang oknum TNI AL berinisial Kelasi Satu J yang bertugas di Lanal Balikpapan, diduga telah memperkosa korban sebanyak dua kali sebelum akhirnya menghabisi nyawanya.
“Berdasarkan alat bukti, kami sampaikan bahwa korban mengalami kekerasan seksual, ini adalah pemerkosaan,” kata Kuasa Hukum dari pihak keluarga, Muhamad Pazri, setelah memenuhi panggilan penyidik di Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpomal) Banjarmasin, Rabu (2/4/2025), dilansir dari Suara.com.
Pazri menjelaskan pemerkosaan pertama terjadi antara 25–30 Desember 2024, sementara insiden kedua berlangsung pada 22 Maret 2025, yakni hari di mana Juwita ditemukan tewas.
“Pada September 2024, kenalan lewat media sosial, kemudian komunikasi, lalu tukaran tukaran nomor telepon, hingga akhirnya pada rentan waktu 25-30 Desember pelaku menyuruh korban memesan kamar hotel di Banjarbaru,” kata Pazri, mewakili keterangan resmi pihak keluarga,
Awalnya, kematian Juwita diduga akibat kecelakaan tunggal karena jasadnya ditemukan tergeletak di tepi jalan bersama motornya. Namun, pemeriksaan lebih lanjut mengungkap indikasi pembunuhan yang berlanjut temuan dugaan kekerasan seksual.
Menurut keterangan Pazri, kejadian bermula ketika pelaku meminta Juwita untuk memesan kamar hotel di Banjarbaru dengan alasan kelelahan usai suatu kegiatan. Tanpa curiga, korban memenuhi permintaan tersebut.
Setibanya di lokasi, pelaku menyuruh Juwita menunggu sebelum akhirnya membawanya masuk ke dalam kamar. Di dalam ruangan, korban didorong ke tempat tidur, dipiting, dan kemudian diperkosa
Peristiwa tragis ini sempat diceritakan Juwita kepada kakak iparnya pada 26 Januari 2025. Korban juga menunjukkan bukti berupa video pendek dan beberapa foto yang berhasil direkamnya.
Dalam rekaman berdurasi lima detik tersebut, terlihat pelaku sedang mengenakan celana dan baju setelah melakukan aksinya. Video itu tampak bergetar yang menandakan korban dalam keadaan ketakutan saat merekam.
Selain itu, pihak keluarga korban juga mendesak penyidik untuk melakukan tes DNA terhadap sperma yang ditemukan di rahim korban.
"Berdasarkan keterangan dari dokter forensik, sperma tersebut diketahui memiliki volume yang besar. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang asal-usul sperma tersebut, sehingga pihak keluarga mengusulkan untuk melakukan tes DNA guna memastikan pemilik sperma tersebut,” jelasnya.
“Tes DNA ini dianggap penting untuk memperjelas siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa ini," imbuh Pazri.
Meski telah ada laporan dan bukti awal, kasus ini baru mendapat perhatian serius setelah Juwita ditemukan tewas pada 22 Maret. Warga yang pertama kali menemukan jasadnya tidak melihat tanda-tanda kecelakaan. Sebaliknya, di leher korban terlihat lebam, dan ponselnya hilang. Faktor-faktor ini semakin menguatkan dugaan adanya tindak pidana.
Saat ini, terduga pelaku telah ditahan di Denpomal Banjarmasin setelah diserahkan oleh Denpomal Balikpapan pada Jumat (28/3) malam. Namun, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan lebih lanjut. (*)