search

Daerah

Sapi KurbanKaltimSatgas JPH KaltimIdul Adha

Idul Adha Semakin Dekat, Satgas JPH Kaltim Berbagi Panduan Berkurban

Penulis: Redaksi Presisi
Rabu, 12 Juni 2024 | 570 views
Idul Adha Semakin Dekat, Satgas JPH Kaltim Berbagi Panduan Berkurban
Potret hewan ternak sapi. (Ist)

Samarinda, Presisi.co - Satgas Layanan Jaminan Produk Halal (JPH) Kaltim telah mengemukakan sejumlah tips penting bagi masyarakat dalam memilih hewan kurban, seperti sapi, kambing, dan domba, menjelang Hari Raya Idul Adha.

Sekretaris Satgas Layanan JPH Kaltim, Achmad Kosim, menyoroti pentingnya pemilihan hewan kurban yang sesuai dengan syariat Islam. Menurutnya, berkurban bukan sekadar membeli dan menyembelih hewan semata, namun juga tentang memilih hewan yang layak dan berkualitas, mengingat hewan tersebut akan dikonsumsi oleh banyak orang.

"Islam telah menetapkan kriteria dan aturan yang jelas dalam memilih hewan kurban sesuai dengan syariat. Proses pemilihan hewan kurban, termasuk prosedur penyembelihannya, harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian," papar Kosim.

Kosim menegaskan pentingnya memperhatikan usia minimal hewan kurban sesuai dengan ketentuan syariat. Misalnya, kambing yang layak untuk dikurbankan minimal berusia 2 tahun atau telah masuk tahun ketiga dari usianya. Sementara itu, domba yang akan dikurbankan minimal berusia 1 tahun atau sudah berganti gigi. Sedangkan sapi atau kerbau yang akan dikurbankan minimal berusia 3 tahun dan telah masuk tahun ketiga dari usianya.

"Di Indonesia, sapi, kambing, dan domba merupakan jenis hewan yang umum dikurbankan. Namun, sangat penting untuk memperhatikan dengan seksama usia hewan yang akan dikurbankan," tambahnya.

Selain itu, Kosim juga menyoroti sifat dan kondisi fisik hewan yang layak untuk dikurbankan. Beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan antara lain adalah mata yang tidak buta, telinga yang tidak terpotong, serta kaki yang tidak pincang. Selain itu, hewan tersebut harus dalam keadaan sehat, memiliki berat badan yang cukup, tidak kurus, ekor yang utuh, dan kulit yang bebas dari kudis. Pada hewan yang memiliki tanduk, tanduk tersebut harus dalam keadaan sempurna.

"Sebagai ibadah yang dipersembahkan kepada Allah, pemilihan hewan kurban harus memperhatikan kondisi fisik, kesehatan, dan sifat yang baik. Hewan kurban yang dipilih harus bebas dari cacat atau kelainan yang signifikan yang dapat mempengaruhi nilai ibadah kurban," terang Kosim, mengutip kisah Habil dan Qabil dari masa Nabi Adam AS sebagai contoh.

Terakhir, Kosim menegaskan pentingnya memastikan proses penyembelihan hewan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Proses tersebut harus memenuhi ketentuan yang mengharuskan terputusnya saluran nafas, makanan, dan minuman, serta dua urat tenggorokan dan kerongkongan.

Dengan memperhatikan tips-tips ini, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan lebih bermakna dan sesuai dengan ajaran agama yang benar. (*)

Editor: Ridho M