search

Daerah

Andi HarunPasar MerdekaQRISTransaksi Non-Tunai

Belanja di Pasar Merdeka Semakin Mudah dengan QRIS, Wali Kota Andi Harun: Tempat Lain Menyusul!

Penulis: Jeri Rahmadani
Rabu, 22 Desember 2021 | 2.408 views
Belanja di Pasar Merdeka Semakin Mudah dengan QRIS, Wali Kota Andi Harun: Tempat Lain Menyusul!
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat mencoba bertransaksi menggunakan metode pembayaran non tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di pasar Merdeka, Rabu, 22 Desember 2021. (Jeri Rahmadani/Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, secara resmi menerapkan metode pembayaran non tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di pasar tradisional Merdeka, Rabu, 22 Desember 2021.

Acara tersebut turut dihadiri pihak Bank Indonesia (BI) Wilayah Kaltim dan OPD Pemkot Samarinda terkait. Sebanyak 116 dari 179 lapak yang ada kini telah menggunakan metode pembayaran melalui QRIS.

Kepada awak media, Andi Harun menuturkan, penerapan sistem QRIS di pasar Merdeka semakin memantapkan pasar bebas adiktif dan pasar tertib ukur tersebut kian maju.

"Kehidupan masyarakat makin efisien, transparansi, pasar sehat, dan ternyata hari ini kita sudah lihat, bagaimana pedagang yang mungkin pendidikan terbatas, namun sangat terbuka dengan metode pembayaran QRIS," ucap Andi Harun kepada awak media.

"Saya menduga, pasar Merdeka akan menjadi pasar favorit di Samarinda," sambungnya.

Ia menambahkan, agar metode pembayaran non tunai melalui QRIS dapat meluas dan akrab oleh masyarakat Kota Tepian, Pemkot Samarinda disebutnya akan terus menggalakan sistem QRIS.

"Pemerintah memulai, nanti di pasar dan sektor lain perlahan akan menggunakan. Kami juga akan membuat percontohan satu cafe khusus menggunakan sistem QRIS," tambahnya.

Andi Harun menyatakan, sektor-sektor lain yang tidak menggunakan QRIS nantinya bakal tertinggal oleh sistem. Menurutnya, transformasi pembayaran tunai ke non tunai merupakan upaya pemerintah dalam mempercepat transformasi di bidang ekonomi, khususnya di Kota Samarinda.

"Yang tidak menggunakan QRIS akan ketinggalan jaman. Kita tidak bisa menghindar dan pasti akan masuk era itu secara penuh. Kita harus punya kesiapan lebih awal," jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy membeberkan, pihaknya telah menerapkan sistem QRIS sejak beberapa hari lalu.

"Ini kita edukasi terus. Ada yang belum paham dan ada juga karena faktor usia. Jadi kami turunkan staf di Disdag untuk berbelanja hari ini sebagai uji coba. Ada 100 (staf) tadi yang berbelanja," ungkapnya.

Ke depan, lanjut Marnabas, pihaknya meminta agar pembelian melalui QRIS di pasar Merdeka turut dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) di masing-masing OPD Pemkot Samarinda.

"Ke depan pegawai pemkot akan bergilir berbelanja di pasar Merdeka. Saya minta tadi 10 persen saja setiap hari Jum’at, otomatis akan membuat pedagang yang tidak menggunakan QRIS akan ketinggalan. Setelah ini oke, akan meluas ke pasar lain," imbuhnya.

Salah satu pedagang ayam, Buriyem, mengaku baru beberapa hari mengenal metode pembayaran non tunai melalui QRIS tersebut.

"Hari sebelumnya masih belum ada pembeli melalui QRIS. Tapi kalau ada yang beli tunai saya terima juga," ungkapnya saat dikonfirmasi. (*)