Penulis: Muhammad Riduan
SAMARINDA, Presisi.co — Wali Kota Samarinda, Andi Harun, secara resmi membuka gelaran "Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026" di pelataran parkir GOR Segiri pada Jumat, 20 Februari 2026. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk oleh Andi Harun bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Samarinda.
Dalam sambutannya, orang nomor satu di Samarinda tersebut menegaskan bahwa Pasar Ramadan GOR Segiri 2026 bukan sekadar pusat perbelanjaan musiman, melainkan memiliki nilai historis yang melekat kuat dalam tradisi masyarakat "Kota Tepian".
“Setiap Ramadan di GOR Segiri ceritanya adalah Pasar Ramadan. Ini agenda yang tidak bisa ditiadakan setiap tahun karena sudah menjadi cerita sejarah yang tidak bisa dihapus atau dikaburkan,” ujar Andi Harun di sela acara peresmian.
Andi Harun menilai, keberadaan pasar ini memiliki dimensi sosial dan budaya yang mendalam. Selain menjadi pusat kuliner takjil, kegiatan ini menjadi ruang bagi warga dari berbagai lapisan untuk saling bertemu dan mempererat silaturahmi.
“Pasar Ramadan ini sakral sebagai penguat budaya, penguat silaturahmi, dan bagian dari perjalanan sejarah perkembangan Kota Samarinda,” tambahnya.
Ada yang berbeda pada penyelenggaraan tahun ini. Pemkot Samarinda secara masif mendorong penerapan transaksi digital (cashless) di area pasar. Menurut Andi Harun, langkah ini merupakan strategi edukasi agar masyarakat semakin terbiasa dengan transformasi sistem pembayaran global.
“Kita jadikan momentum ini sebagai sarana edukasi pembayaran digital. Masyarakat harus siap menghadapi transformasi sistem transaksi yang bergerak sangat cepat ke arah nontunai,” jelasnya.
Tampung 150 Pelaku UMKM
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin, merincikan bahwa ajang "Wisata Belanja Ramadan" kali ini berlangsung mulai 19 Februari hingga 14 Maret 2026. Sebanyak 150 tenant kuliner dan pelaku usaha lokal turut berpartisipasi mengisi lapak yang disediakan.
“Kegiatan rutin ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan ruang bagi UMKM, pedagang, dan pengusaha lokal untuk mempromosikan serta menjual produk unggulan mereka,” ungkap Muslimin.
Dengan hadirnya pusat keramaian ini, ekonomi kerakyatan di Samarinda diharapkan dapat tumbuh pesat sekaligus menjadi destinasi favorit warga untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa.
Ada yang berbeda pada penyelenggaraan tahun ini. Pemkot Samarinda secara masif mendorong penerapan transaksi digital (cashless) di area pasar. Menurut Andi Harun, langkah ini merupakan strategi edukasi agar masyarakat semakin terbiasa dengan transformasi sistem pembayaran global.
“Kita jadikan momentum ini sebagai sarana edukasi pembayaran digital. Masyarakat harus siap menghadapi transformasi sistem transaksi yang bergerak sangat cepat ke arah nontunai,” jelasnya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin, merincikan bahwa ajang "Wisata Belanja Ramadan" kali ini berlangsung mulai 19 Februari hingga 14 Maret 2026. Sebanyak 150 tenant kuliner dan pelaku usaha lokal turut berpartisipasi mengisi lapak yang disediakan.
“Kegiatan rutin ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan ruang bagi UMKM, pedagang, dan pengusaha lokal untuk mempromosikan serta menjual produk unggulan mereka,” ungkap Muslimin.
Dengan hadirnya pusat keramaian ini, ekonomi kerakyatan di Samarinda diharapkan dapat tumbuh pesat sekaligus menjadi destinasi favorit warga untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa. (*)
Editor: Redaksi




