MTQH ke-46 Kaltim di Kukar Jadi Momentum Emas Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Penulis: Umar Daud Muhammad
20 jam yang lalu | 0 views
Sunggono, Sekda Kukar. (Presisi.co/Daud)
Tenggarong, Presisi.co - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus menggenjot optimalisasi sektor pariwisata daerah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan kegiatan seni dan budaya di berbagai destinasi wisata, yang menjadi bagian dari implementasi Program Kukar Pusat Seni dan Budaya—salah satu dari 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik.
Upaya tersebut kini semakin diperkuat menyusul penunjukan Kukar sebagai tuan rumah perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 3–11 Desember 2026 mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengungkapkan bahwa kehadiran ribuan kafilah, official, serta pengunjung dari berbagai kabupaten/kota se-Kaltim merupakan peluang emas untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus mempromosikan destinasi wisata lokal.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemkab Kukar melalui Dinas Pariwisata secara intensif melakukan pembinaan terhadap seluruh ekosistem pariwisata. Mulai dari para penggiat wisata, pelaku usaha perhotelan, pengelola rumah makan, hingga seluruh elemen pendukung sektor kepariwisataan lainnya.
"Beberapa hari ini saya bersama teman-teman Dinas Pariwisata memastikan upaya pembinaan terhadap seluruh unsur yang bergerak di bidang pariwisata berjalan, baik penggiat wisata, pelaku usaha perhotelan, rumah makan dan lainnya," ujar Sunggono usai mengikuti Ekspose Persiapan MTQH ke-46 di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Selasa (3/11/2026).
Sunggono tak menampik bahwa pembinaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata masih perlu terus dioptimalkan. Hal ini penting agar potensi besar yang dimiliki Kukar mampu dikelola secara profesional dan memberikan multiplier effect yang luas bagi pembangunan daerah.
Melalui Program Kukar Pusat Seni dan Budaya, pemerintah daerah berkomitmen menjadikan setiap agenda dan iven—termasuk MTQH ke-46—bukan sekadar perhelatan seremonial keagamaan semata, melainkan wadah pertunjukan seni dan ruang promosi wisata yang terintegrasi.
Dengan membludaknya kunjungan pendatang ke Tenggarong dan wilayah Kukar lainnya selama perhelatan MTQH, para pelaku UMKM dan usaha lokal diharapkan mendapat panggung luas untuk memasarkan produk mereka. Pada akhirnya, sinergi antara pariwisata, seni budaya, dan event besar ini diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kesejahteraan masyarakat Kukar secara berkelanjutan. (Adv)