Iswandi Soroti Dugaan Penyalahgunaan Barcode BBM Subsidi di Samarinda
Penulis: Redaksi Presisi
Kamis, 22 Oktober 2026 | 66 views
Iswandi Soroti Dugaan Penyalahgunaan Barcode BBM Subsidi di Samarinda.
SAMARINDA, Presisi.co – Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyoroti dugaan penyalahgunaan barcode pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU. Ia meminta Pertamina dan pihak terkait menelusuri sistem distribusi agar penyaluran BBM tepat sasaran.
Iswandi mengaku menemukan kasus seorang rekannya gagal membeli BBM karena barcode yang digunakan tercatat telah dipakai dua hingga tiga kali dalam sehari.
“Saya temukan sendiri kasus teman saya mau pakai barcode tapi tidak bisa, katanya sudah dipakai dua sampai tiga kali hari itu. Ini kan ada permainan, entah di SPBU-nya atau di sistemnya,” ungkap Iswandi.
Politikus PDI Perjuangan itu meminta pemeriksaan terhadap mekanisme transaksi dan penggunaan barcode untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan hak pembelian BBM bersubsidi milik masyarakat.
Di sisi lain, sejumlah SPBU di Samarinda mulai memperpanjang jam operasional hingga 24 jam. SPBU tersebut berada di Jalan Kesuma Bangsa, Jalan Slamet Riyadi, Jalan AW Syahranie, serta kawasan Sungai Siring di Jalan Poros Samarinda–Bandara APT Pranoto.
Iswandi mengapresiasi langkah Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas tersebut. Namun, menurutnya, penambahan jam layanan perlu diikuti evaluasi distribusi BBM.
Ia juga menyoroti dugaan praktik pengetapan, yakni pembelian BBM subsidi untuk dijual kembali kepada sektor industri.
“Sebenarnya cukup kalau tidak ada masalah pendistribusian, termasuk mereka-mereka yang tidak berhak menerima, malah menerima,” tegasnya.
Selain pengawasan, Iswandi mendorong evaluasi kuota BBM subsidi dengan mempertimbangkan pertumbuhan kendaraan dan kebutuhan masyarakat. Ia menilai pembaruan data diperlukan agar alokasi sesuai kondisi terkini.
“Pasti ada sesuatu yang salah, dan itu yang harus dibedah,” tandasnya.
Dugaan penyalahgunaan barcode dan pengetapan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk memastikan penyebab antrean serta ketepatan penyaluran BBM bersubsidi di Samarinda. (adv)