Ketua Komisi III DPRD Samarinda Ajak Warga Samarinda Awasi Karhutla, Pembakaran Lahan Jadi Sorotan
Penulis: Redaksi Presisi
Minggu, 18 Oktober 2026 | 0 views
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengajak masyarakat ikut mengawasi lingkungan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kemarau panjang. (Presisi.co).
SAMARINDA, Presisi.co - Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengajak masyarakat ikut mengawasi lingkungan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kemarau panjang. Kebakaran yang berulang di sejumlah wilayah menjadi perhatian, terutama adanya dugaan pembakaran lahan untuk pematangan lahan. Deni menyebut Samarinda Utara, Sambutan, dan Palaran sebagai kawasan yang perlu mendapat perhatian. Menurutnya, pengawasan pemerintah perlu didukung keterlibatan warga agar potensi kebakaran bisa diketahui lebih awal. “Kalau bukan dari warga sendiri yang mengawasi, pemerintah tidak mungkin terus mengawasi 24 jam. Jadi, kita harus mencegah kejadian-kejadiannya bersama,” tegas Deni, Sabtu (17/10/2026). Ia meminta masyarakat segera melaporkan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Deni juga mengingatkan warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain pencegahan kebakaran, Deni mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan saat kabut asap menyelimuti wilayah Samarinda. Ia menyarankan warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah guna mengurangi paparan asap. Masyarakat yang memiliki penyakit penyerta juga diminta membatasi kegiatan di luar ruangan saat kualitas udara memburuk. “Kita juga mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan masker ketika berada di luar ruangan atau di luar rumah supaya mengantisipasi efek daripada asap yang ada,” ujarnya. Deni menilai pencegahan perlu dilakukan sejak dini, baik melalui pengawasan terhadap potensi sumber api maupun perlindungan masyarakat dari dampak kabut asap. Di tengah ancaman karhutla, Deni turut meminta Pemkot Samarinda memanfaatkan masa kemarau untuk mempersiapkan infrastruktur menghadapi musim hujan. Ia mendorong pembenahan drainase dan kegiatan gotong royong membersihkan sampah agar saluran air tetap berfungsi dengan baik. Masyarakat juga diminta tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air. Menurutnya, kesiapan menghadapi perubahan musim perlu dilakukan secara bersamaan. Pemerintah bertanggung jawab memperkuat pengawasan dan memperbaiki infrastruktur, sementara warga dapat berkontribusi dengan menjaga lingkungan serta melaporkan potensi kebakaran. (adv)