DPRD Samarinda Soroti Kebakaran Lahan di Samarinda, Minta Warga Waspada
Penulis: Redaksi Presisi
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 59 views
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto: Presisi.co).
SAMARINDA, Presisi.co - Kemunculan kebakaran lahan berulang di sejumlah wilayah Samarinda menjadi perhatian Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. Ia meminta pemerintah memperketat pengawasan kawasan rawan kebakaran sekaligus melibatkan masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Deni menyoroti kejadian kebakaran di Samarinda Utara, Sambutan, dan Palaran. Ia menduga sebagian kejadian berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan untuk kepentingan pematangan lahan. Namun, dugaan tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang. Menurutnya, kondisi lahan yang kering saat kemarau dapat membuat api cepat meluas. Dampaknya bukan hanya kerusakan lingkungan, tetapi juga kabut asap yang mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat. “Pengawasan lingkungan perlu menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak mungkin mengawasi setiap lokasi selama 24 jam tanpa keterlibatan masyarakat,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026). Ia meminta warga segera melaporkan aktivitas pembakaran maupun kemunculan titik api kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Selain mendorong pencegahan kebakaran, Deni mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kualitas udara memburuk. “Langkah pencegahan harus berjalan bersamaan dengan upaya melindungi kesehatan warga,” kata Deni. Ia juga mengingatkan warga yang memiliki penyakit penyerta agar membatasi aktivitas di luar ruangan ketika paparan asap meningkat dan mengikuti anjuran tenaga medis. Menurutnya, pencegahan karhutla perlu menjadi prioritas agar dampaknya tidak semakin meluas dan mengganggu kegiatan masyarakat, termasuk pendidikan. Di tengah kemarau, Deni turut meminta Pemkot Samarinda mempersiapkan infrastruktur menghadapi musim hujan. Pembenahan drainase dan pembersihan sampah dinilai perlu dilakukan sebelum curah hujan meningkat. Ia mendorong pemerintah memetakan saluran air yang membutuhkan perbaikan serta mengajak warga bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan. Deni berharap upaya pencegahan karhutla, perlindungan kesehatan, dan pembenahan drainase dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi perubahan musim membutuhkan kerja sama pemerintah dan masyarakat, bukan hanya ketika bencana terjadi. (adv)