search

Advetorial

dprd samarindaObjek PajakUMKM SamarindaAnhar

Anhar Soroti Penguatan UMKM Samarinda, Jangan Hanya Jadi Objek Pajak

Penulis: Redaksi Presisi
Jumat, 04 September 2026 | 224 views
Anhar Soroti Penguatan UMKM Samarinda, Jangan Hanya Jadi Objek Pajak
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar. (Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co — Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menyoroti kebijakan pemerintah daerah terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dinilai masih perlu diperkuat.

Menurut Anhar, Samarinda memiliki potensi ekonomi yang cukup besar untuk mengembangkan UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan Bandung yang dinilai mampu menjadikan usaha masyarakat sebagai bagian dari kekuatan ekonomi.

“Kenapa Samarinda tidak bisa seperti Bandung? Padahal kalau kita lihat, PDRB kurang lebih sama. Pendapatan per kapitanya juga tidak jauh berbeda,” ujar Anhar, Jumat (4/9/2026).

Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada investasi berskala besar maupun sumber daya alam. Menurutnya, usaha masyarakat juga perlu mendapatkan perhatian karena dapat membuka lapangan kerja sekaligus menjaga perputaran ekonomi di tingkat lokal.

“Di sana UMKM dipandang sebagai investasi. Ada nilai ekonomi yang dibangun dari situ,” ungkap legislator PDI Perjuangan ini.

Sementara itu, Anhar menilai pelaku UMKM di Samarinda masih kerap berhadapan dengan berbagai kewajiban sebelum mendapatkan dukungan yang cukup untuk mengembangkan usaha.

“Kalau di sini UMKM hanya jadi objek pajak,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong pemerintah mengubah pendekatan terhadap UMKM. Pelaku usaha kecil dinilai tidak hanya perlu dilihat sebagai sumber penerimaan daerah, tetapi juga sebagai sektor yang perlu diperkuat agar mampu berkembang.

“Mau bikin usaha saja kadang sudah berhadapan dengan banyak hal,” ujarnya.

Anhar menyebut dukungan pemerintah dapat diberikan melalui kemudahan perizinan, akses pembiayaan, pendampingan usaha hingga perluasan pasar.

Langkah tersebut dinilai penting terutama bagi pelaku usaha yang masih berada pada tahap awal.

Ia juga menilai kebijakan ekonomi daerah perlu memperhatikan seberapa besar manfaat pertumbuhan ekonomi yang diterima masyarakat. Sebab, indikator pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi maupun nilai investasi yang masuk.

“Yang paling penting bagaimana masyarakat juga ikut menikmati pertumbuhan itu. Jangan sampai ekonomi tumbuh, tapi pelaku usaha kecil justru sulit berkembang,” kata Anhar.

Menurutnya, penguatan UMKM juga dapat menjadi salah satu cara mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekonomi berskala besar. Usaha masyarakat dinilai memiliki peran dalam menjaga aktivitas ekonomi ketika terjadi tekanan terhadap sektor lainnya.

“UMKM harus menjadi bagian dari strategi ekonomi daerah. Pemerintah perlu memberikan ruang dan dukungan supaya usaha masyarakat bisa tumbuh dan naik kelas,” ujarnya.

Anhar berharap arah kebijakan ekonomi Samarinda ke depan lebih banyak memberikan dukungan terhadap pelaku usaha kecil, sehingga UMKM tidak hanya menjadi objek penerimaan, tetapi juga dapat berkembang sebagai kekuatan ekonomi masyarakat. (*)