Rehabilitasi Gagal Jantung Tak Hanya Soal Obat, Latihan Fisik Terukur Jadi Kunci Pemulihan
Penulis: Siaran Pers
Rabu, 27 Mei 2026 | 548 views
Fasilitas Rehabilitasi Gagal Jantung yang dimiliki RSJPD Harapan Kita. (Sumber: RSJPD Harapan Kita)
Jakarta, Presisi.co - Penyakit gagal jantung masih menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan karena dapat menurunkan kualitas hidup, membatasi aktivitas harian, hingga meningkatkan risiko rawat inap berulang. Namun kini, pendekatan rehabilitasi jantung modern tidak lagi hanya berfokus pada fungsi pompa jantung semata, melainkan juga pada pemulihan kemampuan fisik dan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.
Menurut dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Kevin Triangto, BMedSc. (Hons.), Sp.K.F.R, K.R(K), rehabilitasi jantung berbasis latihan fisik komprehensif menjadi salah satu strategi penting dalam penanganan pasien gagal jantung.
“Pasien gagal jantung sering kali mengalami keterbatasan aktivitas bukan hanya karena fungsi jantung menurun, tetapi juga akibat kelemahan otot, gangguan pernapasan, hingga penurunan daya tahan tubuh. Karena itu rehabilitasi harus dilakukan secara menyeluruh,” jelasnya.
Pendekatan Baru Rehabilitasi Gagal Jantung
Selama ini, persentase kemampuan pompa jantung atau Left Ventricular Ejection Fraction (LVEF) sering menjadi fokus utama dalam menentukan kondisi pasien gagal jantung. Namun, perkembangan ilmu kedokteran menunjukkan bahwa rehabilitasi pasien perlu melihat aspek yang lebih luas.
Pendekatan terbaru melalui program BEST Exercise Protocol menggabungkan tiga komponen latihan utama yaitu breathing exercise (latihan pernapasan), endurance exercise (latihan aerobik), dan strengthening exercise (latihan kekuatan otot). Kombinasi ini dinilai mampu memberikan manfaat kesehatan yang lebih optimal bagi pasien gagal jantung.
Latihan Fisik Membantu Pasien Lebih Aktif dan Mandiri
Latihan aerobik seperti berjalan kaki atau bersepeda diketahui dapat meningkatkan kapasitas latihan dan kualitas hidup pasien gagal jantung. Selain itu, latihan kekuatan otot juga terbukti membantu meningkatkan fungsi fisik dan menjaga kemandirian pasien dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Latihan fisik yang terukur dan diawasi dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, fungsi pernapasan, hingga kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas harian,” tambah Kevin.
Tidak hanya itu, kombinasi latihan aerobik dan penguatan otot juga membantu mengurangi risiko penyusutan massa otot atau sarcopenia yang sering terjadi pada pasien gagal jantung kronis.
Latihan Pernapasan Jadi Bagian Penting Pemulihan
Salah satu hal yang sering kurang diperhatikan pada pasien gagal jantung adalah gangguan fungsi otot pernapasan. Padahal, sesak napas merupakan keluhan utama yang paling sering dialami pasien.
Melalui inspiratory muscle training (IMT) atau latihan otot pernapasan, pasien dapat meningkatkan efisiensi pernapasan, mengurangi keluhan sesak, serta membantu menjaga fungsi diafragma tetap optimal.
Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam rehabilitasi jantung modern karena membantu pasien menjalani aktivitas dengan lebih nyaman dan tidak cepat lelah.
Rehabilitasi Komprehensif Tingkatkan Kualitas Hidup
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Cardiology menunjukkan bahwa penerapan BEST Exercise Protocol pada pasien gagal jantung memberikan manfaat signifikan, mulai dari peningkatan fungsi pernapasan, kekuatan otot, keseimbangan tubuh, hingga kapasitas aktivitas fisik pasien.
Pendekatan rehabilitasi komprehensif ini juga dinilai mampu membantu pasien kembali aktif, lebih mandiri, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Melalui layanan rehabilitasi jantung terpadu, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita terus mendorong pentingnya rehabilitasi berbasis latihan fisik yang aman, terukur, dan dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis profesional.
“Rehabilitasi jantung bukan hanya membantu pasien bertahan hidup, tetapi juga membantu mereka kembali menjalani hidup dengan lebih baik,” tutup Kevin.