search

Berita

Operasi Jantung AnakRSJPD Harapan KitaPanji Utomo Layanan Bedah JantungPenyakit Jantung Bawaan

Operasi Penyakit Jantung Bawaan pada Anak, Berbahayakah?

Penulis: Siaran Pers
Selasa, 26 Mei 2026 | 606 views
Operasi Penyakit Jantung Bawaan pada Anak, Berbahayakah?
Ilustrasi. (Sumber: Freepik)

Jakarta, Presisi.co - Penyakit jantung bawaan masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius pada anak yang memerlukan perhatian khusus sejak dini. Banyak orang tua merasa cemas ketika anak didiagnosis mengalami kelainan jantung dan harus menjalani operasi. Namun, dengan perkembangan teknologi dan kemajuan ilmu kedokteran saat ini, operasi penyakit jantung bawaan memiliki tingkat keberhasilan yang semakin tinggi dan risiko yang dapat diminimalkan.

Menurut dr. Panji Utomo, Sp.BTKV(K), Dokter Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, penyakit jantung bawaan merupakan kelainan pada pembentukan jantung maupun pembuluh darah yang menuju atau keluar dari jantung sejak bayi lahir.

“Secara epidemiologi, angka kejadian penyakit jantung bawaan mencapai sekitar 1 persen dari seluruh kelahiran hidup atau sekitar 8 dari 1000 kelahiran,” jelas dr. Panji. 

Di Indonesia sendiri, diperkirakan terdapat sekitar 40.000 anak lahir dengan penyakit jantung bawaan setiap tahunnya. Sebagian besar kasus memerlukan tindakan intervensi, baik melalui prosedur non-bedah maupun operasi jantung.

Operasi pada penyakit jantung bawaan terbagi menjadi operasi jantung tertutup dan operasi jantung terbuka. Pada operasi jantung terbuka, dokter menggunakan mesin jantung paru untuk membantu menggantikan fungsi jantung dan paru-paru selama prosedur berlangsung. Meski demikian, seperti tindakan medis lainnya, operasi tetap memiliki risiko komplikasi seperti perdarahan, infeksi, gangguan irama jantung, hingga gangguan paru dan ginjal. 

Namun, dr. Panji menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan pengalaman tenaga medis membuat risiko tersebut kini semakin kecil.

“Dengan majunya keilmuan di bidang pembedahan, baik dari segi persiapan, pembiusan, teknik bedah, mesin jantung paru, hingga perawatan pasca operasi, kemungkinan komplikasi dan risiko dapat diminimalisir,” ujarnya. 

Saat ini, teknologi penunjang operasi jantung anak juga semakin modern. Penggunaan alat seperti ECMO, Cell Saver, hingga NIRS Monitoring membantu meningkatkan keamanan dan keberhasilan operasi, termasuk pada kasus dengan tingkat kompleksitas tinggi. Selain itu, teknik minimal invasive surgery atau operasi dengan sayatan kecil juga mulai banyak diterapkan untuk mempercepat proses pemulihan pasien.

Tingkat keberhasilan operasi penyakit jantung bawaan pun tergolong tinggi. Pada kasus Ventricular Septal Defect (VSD), salah satu kelainan jantung bawaan yang paling sering ditemukan pada anak, angka keberhasilan operasi bahkan mencapai lebih dari 97 persen. 

Selain kesiapan tim medis, peran orang tua juga sangat penting dalam mendukung keberhasilan operasi anak. Orang tua perlu memastikan kondisi anak tetap sehat sebelum tindakan operasi dilakukan, menjaga asupan nutrisi, memastikan anak tidak mengalami infeksi, serta rutin melakukan kontrol ke dokter.

Untuk anak yang sudah cukup besar, dukungan moril dan penjelasan yang baik juga diperlukan agar anak lebih tenang dan kooperatif selama proses perawatan dan pemulihan.

Dengan diagnosis yang tepat, persiapan yang baik, serta dukungan teknologi medis modern, operasi penyakit jantung bawaan pada anak kini memiliki peluang keberhasilan yang sangat baik. Karena itu, orang tua tidak perlu takut berlebihan, namun tetap harus waspada dan segera berkonsultasi apabila anak menunjukkan gejala gangguan jantung.

Jangan tunda pemeriksaan jika Si Kecil mengalami gejala seperti mudah lelah, sesak napas, bibir membiru, atau pertumbuhan yang terhambat. Deteksi dan penanganan dini dapat meningkatkan kualitas hidup anak secara optimal.

Untuk informasi dan pendaftaran layanan jantung anak, hubungi Contact Center 1500034 atau WhatsApp 0811 911 5045.