750 Guru PAUD-TK Ikuti Workshop Pembelajaran Mendalam di Samarinda
Penulis: Muhammad Riduan
Senin, 27 April 2026 | 20 views
Foto bersama kegiatan 750 Guru PAUD-TK Ikuti Workshop Pembelajaran Mendalam di Samarinda.(Presisi.co/Muhammad Riduan)
Samarinda, Presisi.co – Ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Samarinda mengikuti workshop bertema menguatkan praktik pembelajaran mendalam untuk anak usia dini yang digelar di Bandiklat Provinsi Kaltim, pada Senin 27 April 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh IGTKI Kota Samarinda bekerja sama dengan PT Penerbit Erlangga ini dihadiri sekitar 750 peserta, mulai dari guru hingga kepala sekolah PAUD dan TK.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Ibnu Araby mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut di tengah kondisi efisiensi anggaran.
“Saya bangga dan berbahagia kegiatan ini bisa terlaksana dan dihadiri ratusan guru PAUD dan TK. Ini menunjukkan kepedulian pihak ketiga melalui CSR untuk mendukung dunia pendidikan,” ucapnya diwawancarai.
Ibnu menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru, khususnya dalam menghadapi karakter anak usia dini yang dinilai kompleks dan membutuhkan pendekatan khusus.
Menurutnya, guru PAUD dan TK harus memiliki kesabaran, empati, serta keterampilan dalam memahami berbagai karakter anak.
“Dengan pelatihan ini, guru menjadi lebih terlatih dalam menghadapi persoalan-persoalan yang muncul di kelas, baik di PAUD maupun TK,” jelasnya.
Ia juga menyoroti peran guru laki-laki yang masih tergolong minim di jenjang PAUD dan TK, namun dinilai memiliki nilai lebih dari sisi empati dan kepedulian terhadap anak.
"Selama ini kita tahu kan guru-guru TK PAUD itu perempuan. Ya, ada laki-laki. Itu hebat itu. Artinya kan empatinya tinggi terhadap anak-anak," lanjutnya.
Dalam workshop tersebut, materi difokuskan pada pendalaman metode mengajar, termasuk teknik menghadapi berbagai karakter anak secara efektif.
Peserta dibekali pemahaman tentang pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini, sehingga proses belajar menjadi lebih optimal.
Disdikbud Kota Samarinda juga berencana menggelar kegiatan serupa dalam waktu dekat, bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional.
Kegiatan tersebut direncanakan berupa seminar yang melibatkan berbagai elemen perempuan, mulai dari organisasi PKK, Dharma Wanita, hingga tenaga pendidik perempuan di Samarinda.
“Kami sedang merancang kegiatan seminar tanpa membebani anggaran, agar tetap bisa berjalan dengan baik,” tambah Ibnu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas guru PAUD dan TK di Samarinda semakin meningkat, sehingga mampu memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di usia emas perkembangan mereka. (*)