Disorot Publik, Kepala BGN Sebut Harga Motor MBG Di Bawah Harga Pasaran
Penulis: Novia Intan Nur Ramadhani
Kamis, 09 April 2026 | 58 views
Tangkapan layar unggahan motor MBG yang ramai disorot publik. (Sumber: Istimewa)
Jakarta, Presisi.co - Pengadaan puluhan ribu motor listrik untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan publik setelah viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Motor tersebut diketahui merupakan bagian dari fasilitas operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, jumlah unit, harga, hingga urgensinya menjadi perdebatan luas.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengonfirmasi bahwa pengadaan motor listrik memang telah direncanakan sebelumnya.
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan, dikutip dari Detik.com pada Rabu, 8 April 2026.
Jumlah yang direalisasikan mencapai 21.801 unit dari total 25.000 unit yang direncanakan. Ia juga membantah kabar yang menyebut jumlahnya mencapai 70.000 unit.
“Informasi 70 ribu unit itu tidak benar,” tegasnya.
Motor-motor tersebut saat ini masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan ke daerah.
Motor yang digunakan disebut merupakan tipe trail listrik seperti Emmo JVX GT, dengan harga sekitar Rp49–56 juta per unit.
Pengadaan ini memicu kritik karena dinilai mahal untuk kendaraan operasional distribusi makanan. Namun, BGN membantah adanya pemborosan anggaran.
“Harga pasaran sekitar Rp52 juta, tapi kita beli Rp42 juta, di bawah harga pasaran,” ujarnya.
BGN menegaskan bahwa pengadaan kendaraan tersebut bertujuan untuk mendukung kelancaran distribusi dan operasional program MBG di seluruh Indonesia. Pengadaan juga disebut sudah masuk dalam perencanaan anggaran sejak 2025, bukan keputusan mendadak. (*)