search

Daerah

Wawali SamarindaSaefuddin ZuhriLonjakan HargaPasar Baqa

Wawali Samarinda Soroti Lonjakan Harga Daging Sapi dan Telur Jelang Lebaran di Pasar Baqa

Penulis: Muhammad Riduan
Rabu, 11 Maret 2026 | 527 views
Wawali Samarinda Soroti Lonjakan Harga Daging Sapi dan Telur Jelang Lebaran di Pasar Baqa
Rombongan Wawali Samarinda Saefuddin Zuhri saat melakukan sidak di Pasar Baqa. (Presisi.co/Riduan)

SAMARINDA, Presisi.co — Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Baqa, Samarinda Seberang, guna memantau stabilitas harga bahan pokok menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Rabu, 11 Maret 2026.

Dalam sidak tersebut, orang nomor dua di Kota Tepian ini menyoroti tren kenaikan harga yang cukup signifikan pada komoditas daging sapi dan telur ayam. Berdasarkan pantauan di lapangan, harga daging sapi segar kini merangkak naik ke angka Rp180 ribu per kilogram, dari harga normal sebelumnya di kisaran Rp160 ribu.

“Daging saat ini mulai beranjak naik, begitu juga dengan telur. Kalau kita lihat trennya, memang bahan pokok mulai mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan jelang Lebaran,” ujar Saefuddin Zuhri.

Kenaikan harga daging sapi diduga kuat dipengaruhi oleh keterlambatan distribusi dari daerah pemasok, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, Saefuddin optimistis harga akan kembali melandai dalam waktu dekat seiring masuknya pasokan baru.

“Ada sedikit keterlambatan dari supplier luar daerah untuk daging sapi. Kemungkinan satu sampai dua hari ini pasokan akan datang dan diharapkan bisa menstabilkan harga kembali,” jelasnya.

Kondisi serupa terjadi pada komoditas telur. Pemkot Samarinda kini tengah berupaya mempercepat alur distribusi dari Sulawesi dan Pulau Jawa untuk menutupi keterbatasan stok di pasar-pasar tradisional Samarinda.

Menyikapi lonjakan ini, Pemkot Samarinda tidak tinggal diam. Saefuddin menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi mendalam dalam dua hari ke depan. Jika harga terus melambung di atas rata-rata, pemerintah akan segera mengintervensi melalui operasi pasar.

“Kita lihat dulu perkembangannya satu sampai dua hari ini. Jika memang ada lonjakan yang cukup tinggi, kami akan menggelar operasi pasar, kemungkinan pada H-3 Lebaran,” tegasnya.

Pemkot Samarinda berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying), karena pemerintah menjamin ketersediaan stok pangan tetap mencukupi hingga hari raya tiba. (*)

Editor: Redaksi