Penulis: Siaran Pers
Jakarta, Presisi.co – Stres emosional yang tidak terkendali dapat berdampak langsung pada kesehatan jantung. Ledakan emosi seperti marah hebat, kesedihan mendalam, kecemasan berlebihan, hingga tekanan psikologis akibat pekerjaan atau masalah pribadi, berpotensi meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung.
Secara medis, saat seseorang mengalami stres emosional, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Peningkatan hormon ini menyebabkan detak jantung menjadi lebih cepat, tekanan darah meningkat, serta pembuluh darah menyempit.
Pada individu dengan riwayat Penyakit Jantung Koroner, kondisi tersebut dapat memperberat kerja jantung. Lonjakan tekanan darah dan denyut jantung yang terjadi secara tiba-tiba dapat memicu pecahnya plak pada pembuluh darah koroner dan membentuk sumbatan. Jika aliran darah ke otot jantung terhenti, maka terjadilah Serangan Jantung.
Gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
· Nyeri dada seperti ditekan atau tertindih beban berat
· Nyeri menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung
· Sesak napas
· Keringat dingin
· Mual atau lemas mendadak
“Tentunya salah satu gejala dari serangan jantung adalah nyeri dada yang khas tadi, seperti diremas, ditekan, ataupun diikat, dia tidak dapat tunjuk yang munculnya secara tiba tiba dan salah satu triger atau pemicunya adalah bisa stress emosional, karna dia stress emosional maka memicu terjadinya suatu serangan jantung dan gejala yang timbul adalah nyeri dada yang hebat” ungkap dr. Hana Soraya, BMedSci (Hons), Sp.JP, FIHA dalam sebuah podcast bersama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita
Stres emosional yang berlangsung dalam jangka panjang juga dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah melalui proses peradangan dan peningkatan tekanan darah kronis. Jika disertai faktor risiko lain seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan kebiasaan merokok, risiko serangan jantung akan semakin meningkat.
Karena itu, pengelolaan stres menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung. Selain pola makan sehat dan olahraga teratur, manajemen emosi, istirahat cukup, serta dukungan sosial berperan besar dalam pencegahan penyakit jantung.
Jika mengalami nyeri dada jangan langsung menganggapnya hanya “masuk angin” atau kelelahan. Segera lakukan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi jantung dalam keadaan aman.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat juga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala melalui layanan Medical Check Up (MCU) di RSJPD Harapan Kita. Pemeriksaan komprehensif seperti rekam jantung (EKG), treadmill test, hingga evaluasi risiko kardiovaskular membantu mendeteksi gangguan jantung sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul. Pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung, terutama bagi individu dengan faktor risiko




