search

Berita

Darlis PattalongiTenaga Kerja IndustriDPRD Kaltim

Darlis Sebut Lemahnya Pembinaan SDM Jadi Akar Masalah Kesenjangan Tenaga Kerja Industri

Penulis: Akmal Fadhil
36 menit yang lalu | 0 views
Darlis Sebut Lemahnya Pembinaan SDM Jadi Akar Masalah Kesenjangan Tenaga Kerja Industri
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi. (Presisi.co/Akmal)

Samarinda, Presisi.co - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur menilai kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan tenaga kerja lokal terjadi karena lemahnya pembinaan sumber daya manusia (SDM) sejak awal.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, mengatakan perusahaan kerap diminta menyerap pekerja lokal, namun kompetensi dasar calon tenaga kerja masih jauh dari standar yang dibutuhkan industri.

Menurut Darlis, problem ini tidak muncul pada saat rekrutmen, tetapi jauh sebelum itu. Ia menegaskan perlunya pendekatan yang lebih preventif untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

“Perusahaan harus terlibat sejak dini dalam pembinaan calon pekerja. Bukan hanya menunggu saat lowongan dibuka,” ujarnya, Jumat 28 November 2025.

Darlis mengatakan perusahaan yang beroperasi di Kaltim semestinya menempatkan pembangunan kapasitas SDM sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.

Dengan begitu, masyarakat sekitar kawasan industri tidak hanya menjadi penonton ketika kebutuhan tenaga kerja muncul.

Ia menilai program pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan akan mengurangi kesenjangan kompetensi dan mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal.

Darlis menekankan bahwa pelatihan dan peningkatan keterampilan dasar menjadi faktor kunci agar warga lokal siap bersaing.

“Kita ingin tenaga kerja lokal benar-benar siap pakai. Ketika lowongan dibuka, mereka mampu memenuhi standar dan bersaing dengan pelamar dari luar,” tegasnya.

Ia menambahkan, konsistensi perusahaan dalam membina SDM daerah tidak hanya akan memenuhi tuntutan sosial masyarakat, tetapi juga menguntungkan dunia usaha karena mengurangi hambatan akibat rendahnya kualitas tenaga kerja.

“Pembinaan SDM harus menjadi bagian dari komitmen perusahaan. Ini bukan hanya soal tanggung jawab sosial, tetapi investasi bagi pembangunan kualitas manusia di Kaltim,” pungkas Darlis. (*)

Editor: Redaksi