search

Berita

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah SjaifudianPendidikan Inklusif

Hetifah: Pendidikan Inklusif Wujud Keadilan, Bukan Belas Kasihan

Penulis: Akmal Fadhil
Selasa, 12 Agustus 2025 | 677 views
Hetifah: Pendidikan Inklusif Wujud Keadilan, Bukan Belas Kasihan
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. (Presisi.co/Akmal)

Samarinda, Presisi.co – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas bukanlah bentuk belas kasihan, melainkan bentuk nyata keadilan dan kemanusiaan.

Hal ini disampaikannya saat kegiatan Inovasi dalam Pendidikan Inklusif: Teknologi dan Metode untuk Mendukung Siswa Disabilitas di Samarinda, yang digelar bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Setiap anak berhak berkembang secara utuh. Inklusivitas bukan belas kasihan, tapi keadilan. Kita harus pastikan teknologi dan inovasi menjangkau semua kalangan, termasuk siswa disabilitas,” tegas Hetifah Selasa 12 Juli 2025.

Hetifah menyatakan bahwa Komisi X DPR RI akan terus mendorong regulasi dan kebijakan pendidikan yang lebih ramah terhadap kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.

Ia menyoroti pentingnya peran teknologi digital dalam mewujudkan inklusivitas di ruang kelas.

“Transformasi digital harus membawa manfaat untuk semua. Inovasi seperti screen reader untuk tunanetra, speech-to-text untuk tunarungu, hingga aplikasi komunikasi alternatif (AAC) bagi siswa non-verbal, harus kita dorong agar tersedia secara merata di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hetifah juga mengingatkan bahwa inklusi berarti memberi ruang yang sama bagi anak-anak disabilitas untuk terlibat aktif dalam proses pendidikan, bukan sekadar sebagai peserta pasif.

Hetifah kembali mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu dalam membangun sistem pendidikan nasional yang benar-benar inklusif.

“Komisi X DPR RI berkomitmen menjadikan pendidikan inklusif sebagai perhatian khusus dalam pembangunan SDM nasional. Mari kita bergerak bersama, menjadikan Indonesia benar-benar ramah untuk semua,” tuturnya.

Ia juga melibatkan berbagai pihak, termasuk BRIDA Kaltim, BRIN, dan organisasi penyandang disabilitas.

Kepala BRIDA Kaltim, Fitriansyah, menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah penelitian terkait pendidikan inklusif dan ketenagakerjaan penyandang disabilitas.

Sementara itu, peneliti BRIN, Yeni Yulianti, menekankan peran penting Guru Pembimbing Khusus (GPK) sebagai ujung tombak keberhasilan inklusi.

“Tanpa kesadaran dan kompetensi guru dalam menghadapi kebutuhan disabilitas, proses belajar tidak akan maksimal,” ujarnya.

Farah Flamboyan, praktisi pendidikan anak berkebutuhan khusus, menambahkan bahwa teknologi tak hanya alat bantu, tapi juga sarana pemberdayaan.

“Dengan alat seperti media sosial dan aplikasi gambar digital, anak menjadi lebih percaya diri dan mandiri,” tutupnya.

Live Draw Taiwan Hari Ini Hasil Live Draw Japan Terbaru Live Draw China Update Tercepat Data Live Draw Cambodia Lengkap Live Draw Togel Kamboja pantau live draw Japan hari ini cek live draw China terbaru cek hasil live draw Cambodia terbaru pantau live draw Taiwan hari ini togel taiwan live draw togel kamboja togel japan togel taiwan Live Draw Togel China kudbanjarnegara kudbatang kudblora kudboyolali kudcilacap kuddemak kudjepara kudkabbanjarnegara kudkabbanyumas kudkabbatang kudkabboyolali kudkabdemak kudkabgrobogan kudkabjepara kudkabkaranganyar kudkabkebumen kudkabkendal kudkabklaten kudkabmagelang kudkabpati kudkabpekalongan kudkabpemalang kudkabpurbalingga kudkabpurworejo kudkabrembang kudkabsemarang kudkabsragen kudkabtegal kudkabtemanggung kudkabwonogiri kudkabwonosobo kudkaranganyar kudkebumen kudkendal kudklaten kudkotamagelang kudkotapekalongan kudkotasalatiga kudkotasurakarta kudkotategal kudmungkid kudpati kudpemalang kudpurbalingga kudpurwodadi kudpurwokerto kudpurworejo kudrembang kudslawi kudsragen kudsukoharjo kudsumbermakmur kudtemanggung kudungaran kudwonogiri