Konflik Antar Pendukung Pilkada di Puncak Jaya Papua Tengah Tewaskan 12 Orang, 658 Alami Luka
Penulis: Rafika
14 jam yang lalu | 67 views
Polisi amankan bentrokan antarpendukung paslon Pilkada di Puncak Jaya Papua Tengah. (Dok. Humas Polri/Ist)
Presisi.co - Perselisihan antarpendukung calon kepala daerah yang terjadi di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, telah menelan korban jiwa.
Dalam rentang waktu lebih dari empat bulan, yakni sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025, sebanyak 12 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka.
“Dari hasil pendataan, korban meninggal dunia sebanyak 12 orang. Delapan di antaranya berasal dari kubu paslon 01,” ungkap Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Faizal Ramadhani, kepada wartawan, Sabtu (5/4/2025).
Faizal juga menyampaikan bentrokan berkepanjangan tersebut juga menyebabkan kerugian materil yang cukup besar.
Tak kurang dari 201 bangunan hangus terbakar, terdiri dari 196 rumah warga, satu sekolah, kantor balai kampung Trikora, kantor distrik Irimuli, kantor Partai Gelora, serta balai desa Pagaleme.
Sementara untuk korban luka, jumlahnya mencapai 658 orang. Sebagian besar mengalami luka akibat terkena anak panah. Dari jumlah tersebut, 423 korban berasal dari pendukung paslon 01, sedangkan 230 lainnya dari pihak paslon 02.
"Rinciannya, 423 orang merupakan pendukung paslon 01, sedangkan 230 lainnya dari kubu paslon 02," ungkapnya.
Lebih lanjut, menurut hasil penyelidikan, terdapat korban yang diduga tewas akibat tembakan senjata api. Faizal menduga pelaku penembakan adalah anggota kelompok bersenjata yang tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM).
“Ini menjadi perhatian serius kami, karena KKB sengaja memanfaatkan situasi konflik untuk melancarkan aksinya,” ujar Faizal.
Sebelumnya, Polres Puncak Jaya menyatakan bentrokan yang kembali terjadi antara dua kelompok pendukung calon bupati dan wakil bupati di daerah itu, Rabu (2/4) telah menyebabkan 59 orang terluka akibat terkena panah.
Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara di Mulia, Jumat (4/4), mengatakan selain itu, juga bentrokan tersebut menyebabkan delapan rumah dan honai ludes terbakar.
"Bentrokan yang kembali terjadi sejak Rabu itu telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan harta di Kabupaten Puncak Jaya," kata Kuswara yang dihubungi dari Jayapura, Papua.
Dia menjelaskan bentrokan antara kedua pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati itu sering kali terjadi, walaupun aparat keamanan bersama Pemda Puncak Jaya sudah mengimbau kedua kubu agar tidak saling menyerang.
Bahkan, Jumat (4/4) kemarin, bentrokan terjadi kembali, namun belum diketahui berapa orang yang menjadi korban.
"Sempat terdengar suara tembakan yang diduga berasal dari KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata)," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, konflik antara kedua pendukung tersebut dipicu oleh putusan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pasangan calon nomor urut 1, Yuni Wonda-Mus Kagoya.
Dalam permohonannya, paslon nomor urut 1 menilai telah terjadi pelanggaran yang terstruktur, sistematis dan masif. Salah satunya yaitu dugaan sabotase dalam penyebaran logistik oleh pasangan calon nomor urut 2 di empat distrik.
Atas permohonan tersebut, MK memerintah Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan rekapitulasi ulang. Mahkamah memerintahkan rekapitulasi ulang itu dilakukan di 22 distrik di Puncak Jaya. (*)