BNPB: Banjir Jabodetabek Meluas, Pemerintah Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Penulis: Redaksi Presisi
Selasa, 04 Maret 2025 | 269 views
Visual udara yang menampilkan kondisi banjir di Jabodetabek hari ini. (Istimewa)
Presisi.co – Intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Jabodetabek diperkirakan masih akan berlangsung hingga 6 Maret 2025, bahkan berpotensi meningkat pada pertengahan bulan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, menyatakan bahwa pemerintah akan segera melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi dampak banjir yang semakin meluas.
Menurut Suharyanto, OMC sebelumnya belum dapat dilakukan karena status tanggap darurat belum diberlakukan di wilayah terdampak. Namun, dengan telah ditetapkannya status tersebut oleh pemerintah daerah di Jabodetabek, BNPB bersama instansi terkait kini siap untuk mengambil langkah strategis guna mengatasi situasi yang kian mengkhawatirkan.
“Operasi modifikasi cuaca akan segera dilakukan, mengingat status tanggap darurat sudah ditetapkan di beberapa wilayah. Sebelumnya, OMC belum bisa dijalankan karena status tanggap darurat belum diberlakukan,” ujar Suharyanto dalam keterangan resminya di Jakarta pada Selasa, 4 Maret 2025.
Banjir terparah tercatat melanda Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi di Provinsi Jawa Barat. Di Jakarta, beberapa wilayah yang berdekatan dengan aliran Sungai Ciliwung juga terdampak cukup signifikan. Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat guna mempercepat proses penanganan dan evakuasi warga terdampak.
Informasi dihimpun menunjukkan bahwa banjir di Jakarta telah menggenangi 46 RT dan menyebabkan 1.251 warga mengungsi. Sementara itu, secara keseluruhan, tercatat 1.446 orang menjadi korban banjir di wilayah Jabodetabek.
Pemerintah pusat dan daerah telah bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir. Kementerian Sosial (Kemensos) mengalokasikan anggaran hingga Rp 1 miliar untuk korban bencana banjir dan longsor di Bogor, serta Rp 815,5 juta untuk korban banjir di Jakarta. Bantuan yang disalurkan mencakup 35.000 paket makanan siap saji, 2.500 paket lauk pauk siap saji, 600 lembar kasur, 600 lembar selimut, dan 300 paket perlengkapan anak.
Selain itu, BNPB memastikan bahwa stok bantuan logistik mencukupi untuk memenuhi kebutuhan para korban banjir. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, selimut, dan perlengkapan lainnya yang diperlukan selama masa tanggap darurat.
Di berbagai lokasi, tim gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, dan relawan telah melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir, terutama di daerah Pondok Kacang, Galaksi Bekasi, serta sejumlah titik di Jakarta. Meski di beberapa lokasi seperti Kabupaten Bogor air mulai surut, tercatat sebanyak 346 warga masih mengungsi akibat bencana ini.
Selain itu, kekurangan perahu karet yang menjadi kendala dalam proses evakuasi juga segera diatasi dengan pendistribusian tambahan peralatan oleh BNPB dan BPBD. Pemerintah juga fokus pada pemulihan infrastruktur dengan menggandeng TNI untuk membangun jembatan darurat atau jembatan bailey guna menggantikan tujuh jembatan yang terputus di Kabupaten Bogor. Proses pemasangan jembatan darurat ini ditargetkan rampung segera mungkin, memastikan kelancaran mobilitas warga, terutama menjelang libur Idul Fitri.
Hujan deras yang terjadi sejak 2 Maret 2025 telah menyebabkan genangan di 46 RT dan empat ruas jalan utama di Jakarta. Sementara itu, di Kota Bekasi, hujan sejak 3 Maret 2025 telah mengakibatkan banjir di sedikitnya 20 titik, menghambat aktivitas warga dan menyebabkan banyak rumah terendam. (*)