search

Daerah

Andi HarunPemkot SamarindaBig Data

Andi Harun Dikritik, Pemkot Samarinda Harus Maksimalkan Big Data dalam Rumuskan Kebijakan

Penulis: Rafika
Senin, 24 Juni 2024 | 355 views
Andi Harun Dikritik, Pemkot Samarinda Harus Maksimalkan Big Data dalam Rumuskan Kebijakan
Suasana diskusi politik Pilkada Kota Samarinda bertajuk "Siapa Bakal Calon Wakil Wali Kota Layak Dampingi Andi Harun" di Setiap Hari Kopi, Jalan Ir. Juanda, Samarinda, Sabtu (22/6/2024). (Rafika/Presisi.co)

 

Samarinda, Presisi.co – Empat bakal calon wakil wali kota (bacalon wawali) Samarinda beradu gagasan dalam diskusi politik Pilkada Kota Samarinda yang diadakan oleh Pojok Negeri bertajuk "Siapa Bakal Calon Wakil Wali Kota Layak Dampingi Andi Harun" di Setiap Hari Kopi, Jalan Ir Juanda, Samarinda, Sabtu (22/6/2024).

Salah satu bacalon wawali yang hadir adalah Daniel Mahendra Yuniar, CEO Cahaya Fajar Kaltim. Pria yang berkecimpung di bidang energi ini mengaku tertarik terjun ke dunia politik setelah melihat kemajuan Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Andi Harun. Namun, Daniel melihat ada kelemahan dalam kepemimpinan Andi Harun.

“Jika ditanya apa kelemahan beliau, saya akan dengan tegas mengatakan beliau belum membangun rumah data,” ujar Daniel.

Menurutnya, keberadaan big data sangat diperlukan di Samarinda untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memastikan proses pembangunan dilakukan secara terencana berdasarkan data yang komprehensif dan terkoordinasi.

“Agar pembangunan itu bukan comot-comot secara parsial, kita sudah tahu bahwa sistem tata kelola Kota Samarinda sudah berjalan, dan sistem itu akan bisa lebih berjalan secara transparan jika big data benar-benar dimiliki secara komprehensif oleh pemkot,” jelasnya.

Daniel menilai, big data akan membantu pemerintah menentukan sasaran atau tujuan yang tepat dari isu-isu krusial pembangunan seperti kemiskinan, pendidikan, ekonomi kreatif, ketahanan pangan, dan kebutuhan-kebutuhan primer lainnya.

“Kebutuhan primer, sekunder, tersier, itu akan lebih bisa sesuai harapan ke depannya jika rumah data dibangun di Samarinda,” tegasnya.

“Jadi kritik saya untuk pak wali itu tadi (belum ada rumah data di Samarinda),” tutup pria kelahiran Samarinda, 13 Juni 1982 itu.

Selain Daniel, diskusi ini juga dihadiri oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dan tiga bakal calon wakil wali kota lainnya, yaitu Syaparudin (Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan atau TWAP), Saefuddin Zuhri (Anggota DPRD Kaltim dari Partai NasDem), dan Agus Tri Sutanto (Sekretaris DPRD Kota Samarinda).

Diskusi berlangsung dinamis dengan masing-masing calon memaparkan visi dan misi mereka untuk mendampingi Andi Harun dalam memajukan Samarinda. Masyarakat yang hadir juga diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, menjadikan diskusi ini sarana penting dalam menentukan arah masa depan Kota Samarinda. (*)

Penulis: Rafika
Editor: Ridho M