search

Daerah

Edi DamansyahKukar IdamanGenerasi EmasBonus Demografi

Wujudkan Indonesia Emas, Maksimalkan Bonus Demografi

Penulis: Redaksi Presisi
Selasa, 21 Mei 2024 | 610 views
Wujudkan Indonesia Emas, Maksimalkan Bonus Demografi
Bupati Kutai Kartanegara dalam Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2024 di Halaman Kantor Bupati setempat, Senin (20/5/2024) pagi. (Ist)

Tenggarong, Presisi.co – Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, menyampaikan pentingnya bonus demografi. Hal ini selaras dengan pernyataan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yang pernah mengatakan, Indonesia memiliki potensi kekuatan yang siap merambah dunia.

Bonus demografi menunjukkan bagaimana 60 persen penduduk Indonesia dalam dua dekade ini menjadi tenaga usia produktif yang siap mengembangkan inovasi-inovasi baru bagi kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi.

“Sebagaimana telah berkali-kali dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo, peluang Indoneisa menjadi negara maju ada dalam 10 hingga 15 tahun ke depan dengan memaksimalkan bonus demografi,” ujar Bupati Kutai Kartengara (Kukar) Edi Damansyah saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Budi Arie Setiadi, pada Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2024 di Halaman Kantor Bupati setempat, Senin (20/5) pagi.

Presiden juga menekankan bagaimana di dalam sejarah peradaban negara-negara dan bangsa-bangsa, kesempatan itu hanya datang satu kali, oleh karenanya sama sekali tidak boleh keliru dalam memilih Langkah. Bonus demografi yang dimiliki Indonesia haruslah dikelola dengan kebijaksanaan. Salah satu yang berpeluang menjadi penopangnya adalah adopsi teknologi digital. Tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 79.5% dari total populasi. Ini diperkuat dengan potensi ekonomi digital ASEAN yang diperkirakan meroket hingga 1 triliun USD pada Tahun 2030.

Dalam aspek bisnis, sosial, dan ekonomi, transformasi digital dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis. Sementara itu, dalam aspek sosial dan lingkungan, transformasi digital mampu meningkatkan akses terhadap berbagai teknologi untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Potensi-potensi ini tentu mendukung percepatan transformasi digital, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk keluar dari middle-income trap. Perekonomian Indonesia harus tumbuh di kisaran 6 hingga 7% untuk dapat mencapai target negara berpendapatan tinggi atau negara maju pada tahun 2045.

Dengan pencanangan percepatan transformasi digital nasional oleh Presiden Joko Widodo yang dipacu beberapa tahun terakhir ini, tantangan demi tantangan dapat dihadapi bersama. Kerja bersama dari seluruh komponen bangsa telah menggerakkan roda transformasi dengan pasti. Hasil demi hasil bisa mulai dinikmati, mulai dari kalangan perkotaan sampai dengan pedesaan, di seluruh penjuru tanah air.

Kebangkitan kedua merupakan momen terpenting. Semua harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Kemajuan telah terpampang di depan mata.

“Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa. Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu. Di titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita, menjadi modal dasar menuju “Indonesia Emas 2045″. Mari kita rayakan kebangkitan nasional kedua menuju Indonesia Emas,” tutup Edi. (*)