search

Advetorial

Pemkab KukarDPMD KukarIDM KukarIndeks Desa MembangunDesa Mandiridesa di Kukar

Indeks Desa Membangun di Kabupaten Kukar Terus Meningkat, Tidak Ada Lagi Desa Tertinggal

Penulis: Redaksi Presisi
Rabu, 24 April 2024 | 180 views
Indeks Desa Membangun di Kabupaten Kukar Terus Meningkat, Tidak Ada Lagi Desa Tertinggal
Kepala DPMD Kukar, Arianto. (Istimewa)

Tenggarong, Presisi.co - Usaha Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan masyarakat setempat untuk mendorong kemajuan dan kemandirian desa kini berbuah manis.

Pada tahun 2021, masih terdapat 7 desa dari total 193 desa di Kukar yang masih tertinggal dalam pembangunan. Namun, berkat upaya dan komitmen dari pemerintah daerah, pada tahun 2022, tidak ada lagi desa yang tertinggal di Kukar.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan capaian ini menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan dalam perkembangan desa-desa di Kukar.

”Di tahun 2022 tidak ada lagi desa yang tertinggal, status desa di kukar itu yang paling rendah adalah berkembang,” ujar Arianto.

Kemajuan ini semakin terlihat di tahun 2023. Dari 100 desa yang dipantau perkembangannya, 67 desa mengalami kemajuan dan perkembangan. Angka ini meningkat pesat dibandingkan tahun sebelumnya, di mana hanya 30-35 desa yang mengalami kemajuan.

Penilaian kemajuan desa tersebut didasarkan pada Indeks Desa Membangun, yang digunakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk menilai status desa.

“Dari ukuran indeks Desa Membangun, saat ini tidak ada lagi desa yang tertinggal di Kukar, apalagi yang sangat tertinggal. Status Kukar sebagai kabupaten sudah dapat dikategorikan sebagai maju,” jelasnya.

Arianto menambahkan keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen pemerintah daerah dalam memajukan seluruh desa di Kukar, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat dan desa yang telah dilaksanakan.

”Harapannya dengan terus meningkatnya kemajuan desa, akan tercipta kondisi yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Kukar dan berdampak positif pada pembangunan daerah secara keseluruhan,” tutupnya. (Adv)

Editor: Rafika