search

Berita

cak iminPKBnasdemAnies BaswedanprabowoPilpres 2024

Siap Jadi Cawapres Anies Baswedan, Ini Alasan Cak Imin 'Selingkuh' dari Kubu Prabowo

Penulis: Rafika
Sabtu, 02 September 2023 | 1.088 views
Siap Jadi Cawapres Anies Baswedan, Ini Alasan Cak Imin 'Selingkuh' dari Kubu Prabowo
Cak Imin. (Sumber: Instagram/@cakiminow)

Presisi.co - Muhaimin Iskandar alias Cak Imin melakukan manuver politik tak terduga. Selagi masih bersama kubu Prabowo, dirinya justru dikonfirmasi sebagai cawapres yang akan maju mendampingi capres Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.

Awalnya, tawaran ini datang dari Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang mengajak Cak Imin dan PKB bergabung dalam Koalisi Persatuan untuk Perubahan. Setelah beberapa pertimbangan, tawaran tersebut akhirnya disetujui.

Politisi PKB, Abdul Rohim, mengungkapkan alasan yang mendasari persetujuan kerja sama politik ini. Ia menyebut hal ini bermula dari Harlah PAN yang digelar beberapa waktu lalu yang mengganti nama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya menjadi Koalisi Indonesia Maju.

"Di KKIR (Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya) kita sudah menjalin kerja sama selama setahun lebih. Setahun lebih, dan kemarin ketika bertepatan dengan Harlah PAN di situ ada perubahan nama koalisi dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya menjadi Koalisi Indonesia Maju," katanya dalam diskusi Trijaya FM pada Sabtu (2/9/2023), dikutip dari Suara.com.

Menurutnya, perubahan nama koalisi tersebut bermakna perjanjian-perjanjian yang telah disepakati dalam KKIR sebelumnya telah gugur sekaligus menandai bubarnya KKIR.

"Dan di situ, PKB hanya diberitahu, ketika ada perubahan itu maka poin-poin yang disepakati dalam KKIR secara otomatis tidak berlaku lagi. Dan ketika poin itu tidak berlaku lagi, maka KKIR, Gus Muhaimin menyampaikan bahwa berarti KKIR sudah tidak ada. Secara otomatis bubar," paparnya.

Dengan bubarnya KKIR, lanjut Abdul Rohim, PKB akhirnya menanggapinya dengan mengambil langkah-langkah politik yang lebih strategis dan lebih pasti.

"Ketika sudah bubar, akhirnya PKB mengambil langkah karena ketika proses itu sudah berlangsung selama setahun lebih dan belum ada kepastian dan KKIR akhirnya bubar, tentu PKB punya tugas untuk melakukan langkah-langkah politik yang lebih strategis dan akhirnya tawaran itu datang dari NasDem dan kita sambut baik," pungkasnya. (*)

Editor: Rafika