search

Berita

luhut panjaitanPilpres 2024Luhut NyapresJawa Adalah KunciPresiden IndonesiaBJ Habibie

Pilpres 2024 Dari Sudut Pandang Luhut Panjaitan: Kalau Bukan Orang Jawa, Tidak Usah Memaksakan Diri

Penulis: Redaksi Presisi
Kamis, 22 September 2022
Pilpres 2024 Dari Sudut Pandang Luhut Panjaitan: Kalau Bukan Orang Jawa, Tidak Usah Memaksakan Diri
Menkomarves, Luhut Binsar Panjaitan (Sumber: Istimewa)

Presisi.co – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengaku mawas diri. Ia tidak akan pernah bisa menjadi Presiden Republik Indonesia. Adagium lama itu masih berlaku hingga kini; Jawa adalah kunci.

Luhut menjelaskan alasan ia tidak akan pernah bisa menjadi presiden. Selain beragama Kristen, Luhut juga berasal dari Suku Batak. Hal ini berarti Luhut menyandang status minoritas ganda jika diukur dari aspek pencalonan sebagai presiden. 

“Saya double minoritas. Udah Batak, Kristen lagi, jadi saya bilang sudah cukup itu ngapain saya nyakitin diri saya," bebernya dilansir dari Suara.com, jejaring Presisi.co.

Ia lantas mengamini pernyataan Rocky Gerung yang menyebut bahwa antropologi Indonesia masih berdasar pada faktor etnisitas. Pernyataan ‘Jawa adalah kunci’ sepertinya merupakan kalimat yang tepat untuk menegaskan hal ini.

Apalagi dari tujuh presiden di Indonesia, hanya Presiden BJ Habibie yang bukan beretnis Jawa. Dan, ketujuh presiden tersebut pun semuanya beragama Islam.

Alhasil, ia menilai siapapun yang hendak mencalonkan diri sebagai presiden harus menyadari hal ini. Kalau tidak, ucapnya, bisa sakit hati. Lagipula, untuk mengabdi kepada negara tidak perlu menjadi presiden.

"Harus tahu diri juga lah kalau kau enggak orang Jawa pemilihan langsung hari ini udah lupain deh, saya enggak tahu 25 tahun lagi, enggak usah memaksakan diri (nyalon presiden) sakit hati," pungkas mantan Komandan Group 3 Sandhi Yudha, Kopassus ini. (*)

Editor: Bella