search

Advetorial

Ely Hartati RasyidHutan KaltimPemprov Kaltim

Ely Hartati Rasyid: Hutan Kaltim Menjaga Dunia

Penulis: Redaksi Presisi
Jumat, 26 Agustus 2022 | 534 views
Ely Hartati Rasyid: Hutan Kaltim Menjaga Dunia
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid. (Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co - Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid mengingatkan manfaat dari pentingnya menjaga hutan karena itu dapat menjadi kontribusi karbon pada dunia.

“Kita perlu menjaga hutan. Karenanya satwa terjaga, lingkungan terjaga, tata air terjaga, dan sumber daya air terjaga. Bahkan kita mendapatkan kontribusi karbon sebesar Rp1,3 triliun dari karbon dunia," kata Ely Hartati Rasyid saat rapat dengar pendapat bersama Perusda SKS (Sylva Kaltim Sejahtera) di Kantor DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda.

Indonesia khususnya Borneo termasuk sebagai salah satu paru-paru dunia karena memiliki luas hutan sekitar 40,8 juta hektare.
Karena itu, sudah seharusnya Provinsi yang dipimpin Gubernur Isran Noor ini untuk sadar betapa pentingnya hutan dalam kehidupan.

“Jangan menghancurkan ataupun melakukan eksploitasi. Ketika kita menjaga hutan, kita juga akan menerima kontribusi karbon. Menurut saya sekarang, ini yang harus kita pikirkan ke arah sana," tegasnya Senin (22/8/2022).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menilai, masyarakat seharusnya tidak berpikir untuk mengambil dan menjajah hutan seperti supermarket. Mengambil isinya lalu dijadikan sebagai duit.

"Saya lebih suka jika hutan ini tetap terjaga, tetapi sektor wisata masih bisa dikembangkan. Jadi, ada nilai tambah lain yang jauh lebih luar biasa daripada kita mengeksploitasi hutan," katanya.

Ely Hartati sempat mengulas bahwa Kaltim pada di beberapa tahun lalu begitu indah. Dengan sungai yang bersih dan dipenuhi ikan seolah seperti kulkas (mesin pendingin makanan) yang hidup.

“Dulu Tinggal turun ke sungai sudah bisa menangkap ikan lalu goreng atau dibakar. Saya bilang, hebat sungai ini seperti kulkas hidup zaman dulu,” ucap Ely.

Hal tersebut jauh berbeda dengan saat ini yang harus pergi ke pasar atau supermarket dahulu kalau mau segala sesuatunya.

“Sehingga kita memiliki kewajiban untuk menjaga dan mempertahankan hutan, daripada kita menerbitkan bermacam-macam surat izin usaha untuk mengeksploitasi hutan," sambung Ely.

Ely pun mengajak jika ada banyak hal kreatif yang bisa dibangun dengan penghijauan alias prinsip go green pada pembangunan Ibu Kota Negara utamanya.

“Kejarlah hal tersebut, terutama kontribusi karbon ini. Saya rasa semakin modern ilmu pengetahuan, ternyata hutan Kaltim itu menjaga dunia," tandasnya. (PB/adv/diskominfokaltim)