search

Daerah

DLH SamarindaTaman Bermain di Samarinda

Dear Bunda, Ini Lokasi Playground Terbaru yang Bakal Dibangun Pemkot Samarinda Tahun 2022 Mendatang

Penulis: Jeri Rahmadani
Jumat, 17 Desember 2021
Dear Bunda, Ini Lokasi Playground Terbaru yang Bakal Dibangun Pemkot Samarinda Tahun 2022 Mendatang
Kepala DLH Samarinda, Nurrahmani. (Jeri Rahmadani/Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co - Pemerintah Kota Samarinda bakal membuat 10 taman bermain (Playground) di tingkat kecamatan masing-masing sebanyak 1 taman. Ini dilakukan, agar Kota Tepian, benar-benar menjadi kota yang ramah anak.

Total anggaran yang tengah dirancang sekitar Rp 2 miliar atau Rp 200 juta untuk setiap pembuatan masing-masing playground tersebut, melalui APBD 2022 Samarinda. 

Masing-masing playground akan dibangun di Jalan Marsda A Saleh, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir; kemudian di sekitaran Kantor Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Sambutan; Jalan Kebahagiaan (SD 003), Kecamatan Sungai Pinang; eks Kantor Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran; dan Jalan Abdul Mutalib, Kecamatan Samarinda Kota. 

Selain itu, playground dibangun di Jalan Mas Penghulu, Kecamatan Samarinda Seberang; di Perum Graha Indah, Kecamatan Samarinda Ulu; Perum H Saleh, Kecamatan Loa Janan Ilir; Perum Korpri, Kecamatan Sungai Kunjang; hingga di Perum Bengkuring, Kecamatan Samarinda Utara. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Nurrahmani menjelaskan, pengampu dan kontraktor pembuatan 10 playground tersebut saat ini masih belum dapat dipastikan. Namun berdasarkan rapat koordinasi pada Selasa, 14 Desember 2021 lalu, DLH bersama Disperkim Samarinda menjadi OPD yang akan bertanggung atas program tersebut. 

"Tapi itu masih sementara, dan kami (DLH) juga masih meminta arahan lebih lanjut. Kemudian penentuan titik tersebut itu berdasarkan hasil diskusi," ujar Nurrahmani saat dikonfirmasi via telepon, Jumat, 17 Desember 2021. 

Perempuan yang karib disapa Yama itu melanjutkan, luas playground diperkirakan sekira 200 meter persegi. Ia menyebut, meski berukuran kecil, taman tersebut akan masuk kategori taman aktif. 

"Berbeda dengan taman passif. Jadi di sana nanti akan disediakan sarana bermain anak-anak dan orang tua untuk berkumpul," sebut Yama. 

"Jadi kalau pernah ke taman Cerdas, kurang lebih seperti itu. Tapi lebih kecil dan banyak sarana bermain dan tempat berkumpul," sambungnya. 

Yama menyatakan, DLH Samarinda masih menunggu arahan selanjutnya sembari melakukan revisi Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun sebelumnya. 

Adapun mengenai lahan yang dicanangkan menjadi playground, ditegaskan Yama pihaknya akan berkoordinasi dengan camat, lurah, dan warga setempat. 

"Ada revisi dari DP2PA Samarinda, agar pembangunan juga memenuhi klasifikasi ramah anak. Seperti misalnya bagian bawah taman tak boleh menggunakan material keras," paparnya. 

Disinggung pembuatan taman tersebut dan sokongan terhadap ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Samarinda, Yama menyebut bahwa beberapa titik rencana pembangunan playground sudah merupakan RTH. 

"Jadi memang sedikit saja sumbangsihnya terhadap RTH. Karena tujuannya mengedukasi masyarakat dengan memberikan fasilitas, jadi anak-anak dan orang tua bisa memantau anak dan mengurangi penggunaan gadget berlebihan," urainya. 

Sementara itu, mengenai perawatan playground tersebut nantinya dikatakan Yama bakal diserahkan kepada masyarakat melalui camat dan lurah setempat. Adapun pembangunan proyek tersebut tak melalui proses lelang, dan hanya menggunakan konsep penunjukan langsung. (*) 

Editor: Yusuf