search

Daerah

Kampung Tangguh Covid-19Covid-19andi harunsamarinda

Menengok Kampung Tangguh Pertama di Samarinda, Kas Bulanan untuk Suplai Kebutuhan Warga Diisolasi

Penulis: Jeri Rahmadani
Selasa, 16 Maret 2021
Menengok Kampung Tangguh Pertama di Samarinda, Kas Bulanan untuk Suplai Kebutuhan Warga Diisolasi
Wali Kota Samarinda Andi Harun (kiri) saat memberikan alat pelindung diri (APD) kepada Ketua RT Loa Bakung Muhammad Hafid Zaenal. (Jeri Rahmadani/Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co – Pemkot Samarinda baru saja menetapkan RT 82 Loa Bakung sebagai Kampung Tangguh Covid-19. Bukan tanpa alasan, lingkungan itu dinilai kreatif dan solid.

"Masyarakat di sini aktif. Kami jalankan program ini sejak dua tahun lalu. Alhamdulillah lingkungan kami dijadikan Kampung Tangguh," jelas Ketua RT 82 Loa Bakung Muhammad Hafid Zaenal.

Dijelaskannya, ada 328 kepala keluarga (KK) di sana. "Sedangkan 187 KK merupakan warga tetap. Sisanya kontrakan dan bangsalan," imbuhnya.

Terdapat tiga fokus kegiatan warga RT 82 selama dua tahun belakangan. Yakni kesehatan, ketahanan pangan, dan keamanan.

Di sektor ketahanan pangan, telah dibuat budidaya lele dan perkebunan pepaya. Digarap swadaya oleh warga. "Ada inovasi budidaya lele menggunakan ember," ucap Hafid.

Untuk sektor keamanan, Hafid menyatakan ada poskamling yang juga dibuat secara mandiri. Penjagaan dilakukan bergilir. Semua warga dapat kesempatan jaga malam setiap dua pekan.

Sedangkan program bidang kesehatan baru berjalan 1,5 bulan. Ada warganya yang berprofesi dokter dan perawat.

"Posko kesehatan menyediakan obat-obatan. Juga sebagai sosialisasi penanganan pandemi," ucapnya.

Masalah pendanaan program, Hafid mengaku salah satunya bersumber dari sumbangan warga. Yakni dengan menebar kaleng di setiap rumah. Diambil setiap malam oleh penjaga malam dari pukul 00.00-05.00 Wita.

"Sekalian mengecek keamanan rumah," imbuhnya.

Ia mengklaim, bahwa 80 persen warganya sudah saling akrab. Sebab ada program wajib gotong royong setiap bulan. Ada juga program rembug warga (musyawarah) setiap tiga bulan.

Hafid mengaku hingga saat ini belum ada warganya yang terpapar Covid-19.

"Seandainya ada, akan diisolasi. Kami akan suplai kebutuhannya. Karena kami mampu. Ada kas warga," tegasnya.

Kas warga selalu berjalan. Dana tersebut disebutnya tak boleh mengendap lama. Harus segera dijalankan sebagai program.

"Setiap bulan kas mencapai Rp 2,5 juta sampai Rp 4 juta," ucapnya. (*)

Editor: Rizki