search

Daerah

Vaksinasi Covid-19Vaksinasi MassalCovid-19 BalikpapanWakapolresta Balikpapan

Ini Alasan Wakapolresta dan Sejumlah Pejabat di Balikpapan Gagal Disuntik Vaksin Covid-19

Penulis: Nur Rizna Feramerina
Sabtu, 27 Februari 2021
Ini Alasan Wakapolresta dan Sejumlah Pejabat di Balikpapan Gagal Disuntik Vaksin Covid-19
Kadinkes Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty saat menjelaskan penyebab sejumlah peserta gagal disuntik Vaksin Covid-19.

Balikpapan, Presisi.co - Pelaksanaan vaksinasi massal bagi pelayan publik di Balikpapan sudah dimulai sejak Sabtu (27/2/2021) pagi. Namun, sejumlah peserta harus menunda proses vaksinasinya karena tidak lolos dalam tahap skrining kesehatan.

Salah satunya adalah Wakpolresta Balikpapan, AKBP Sepbril Sesa yang juga ditunda karena tidak lolos ketika diwawancara tenaga kesehatan.

“Vaksin ini harus betul-betul dilaksanakan sesuai SOP-nya, sehingga kita perlu diskrining apakah ada keluhan atau ada kontak terakhir. Kalau ada kontak terakhir diminta untuk swab test antigen, untuk memastikan saja,”

Untuk itu, AKBP Sepbril Sesa diminta untuk melakukan swab test antigen terlebih dahulu sebelum melanjutkan proses vaksinasi karena sempat melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, hasil swab antigennya non reaktif, sehinga AKBP Sepbril Sesa bisa melanjutkan vaksinasi

Selain itu, terdapat beberapa faktor lain yang dapat menunda proses vaksinasi terhadap peserta. Salah satunya adalah peserta yang mengidap penyakit komorbid namun sudah lama tidak berobat atau kontrol kesehatan.

“Misalnya pernah menderita diabetes, kemudian tidak minum obat rutin dan tidak pernah kontrol terakhir jadi kami sarankan untuk cek dulu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty.

Pada vaksinasi massal tadi juga pihak DKK menyediakan tempat cek gula darah bagi peserta.

“Di sini pun kami siapkan pemeriksaan gula darah. Kalau dia terkontrol tidak apa-apa. Yang kedua misalnya tekanan darah, pada pemeriksaan batas tekanan darah yang dibolehkan oleh PAPDI adalah 180/110. Jika melebihi itu maka kita tunda,” terangnya.

Selain itu, DKK juga menyiapkan tim KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) di salah satu ruangan di Dome BSCC untuk mengantisipasi jika ada efek yang dirasakan oleh peserta. Bahkan, rumah sakit-rumah sakit rujukan KIPI di Balikpapan pun diminta untuk bersiap.

“Jika memang terjadi, perlu dirujuk ya kita rujuk dan semua dalam pembiayan pemerintah. Semua rumah sakit sudah ditetapkan oleh Dinkes Provinsi,” tandasnya.

Editor : Oktavianus

Baca Juga