search

Daerah

Klaster Ijtima GowaCorona KaltimCovid-19Corona Samarinda

Terbanyak di Kaltim, Pemerintah Imbau Keterbukaan Jamaah Ijtima Gowa

Penulis: Putri
Sabtu, 11 April 2020 | 5.976 views
Terbanyak di Kaltim, Pemerintah Imbau Keterbukaan Jamaah Ijtima Gowa
Ijtima Dunia Zona Asia. Sumber Foto (Istimewa)

Samarinda, Presisi.co - Kasus penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini, banyak berasal dari Klaster Ijtima Gowa.

Pasalnya, ada 1.642 warga Provinsi Kaltim yang menghadiri kegiatan keagamaan yang digelar di Gowa, Sulawesi Selatan itu. Sejauh ini, sudah tujuh orang di antaranya terkonfirmasi positif.

Acara Ijtima Dunia Zona Asia, semula direncanakan 19-22 Maret 2020 lalu. Namun acara dibatalkan pada menit-menit akhir, tetapi para jamaah telah terlanjur tiba di lokasi acara.

Catatan panitia hingga pada 19 Maret 2020 pukul 18.00 Wita, ada 1.642 dari 18.690 peserta berasal dari Kaltim. Termasuk 474 peserta yang berasal dari 12 negara lain, total ada 19.172 orang menghadiri kegiatan tersebut.

Dari 1.642 warga Kaltim tersebut, jamaah asal Samarinda diperkirakan mencapai 213 orang. Secara keseluruhan, otoritas di daerah baru berhasil menghimpun data sebanyak 653 orang.

“Dari jumlah itu 147 masuk ODP (orang dalam pemantauan) dan 25 PDP (pasien dalam pengawasan). Sembilan lain OTG (orang tanpa gejala) dan tujuh orang terkonfirmasi positif (virus corona),” terang Andi Muhammad Ishak, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, dikonfirmasi, Sabtu (11/4/2020).

Andi mengatakan pasien positif terbanyak ada di Penajam Paser Utara (PPU), yakni empat pasien.

"Kemudian dari Berau satu orang, Samarinda satu pasien, dan Balikpapan satu orang,” lajut Andi yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim.

Otoritas di kabupaten/kota hingga kini juga masih menelusuri peserta Ijtima Dunia Zona Asia di Gowa yang berasal dari Kaltim. Pihaknya berharap mereka yang turut serta di agenda tersebut dapat melapor ke pusat kesehatan di daerahnya masing-masing.

“Sebagian besar memang tak kooperatif. Makanya kami berharap mereka bisa terbuka. Jika tak nyaman dengan petugas medis atau aparat, bisa melalui pemimpin jamaah masing-masing,” imbuhnya.

Hingga kini kasus virus corona di Kaltim sudah 35. Baru enam di antaranya dinyatakan sembuh, satu pasien di Balikpapan meninggal dunia yang juga peserta Ijtima Dunia Zona Asia di Gowa.